Pesan dalam Pernikahan

Untuk kau yang sudah menikah, ada pesan agung yang harus selalu kau ingat:

Jangan pernah membandingkan dirinya dengan diri yang lain. Katakanlah kini kau sedang berada dalam fase ini. Kau membandingkan dia dengan yang lain, yang baru kau anggap lebih baik, lalu yang lama kau tinggalkan. Kini kau bersama yang baru. Bersamanya kau tetap membandingkan dia dengan yang lain, dia pun kau tinggalkan. Maka ritmenya akan selalu sama: Perbandingan-Perpisahan-Kekecewaan.

Sudahi! Ketahuilah selalu ada celah untuk dilemahkan dalam sebuah perbandingan.

Jika alasanmu adalah ketidaksamaan dalam pikiran, eh… kau baru hidupkah? Tak kan ada pernikahan tanpa ketidaksamaan. Itulah esensi pernikahan: menggiring dua pikiran, rasa, menjadi satu dalam ke-saling-pengertian. Darisana kau akan tahu indahnya memahami. Indahnya menghargai. Indahnya dewasa bersama.

Menikah adalah keputusan yang teramat sakral. Tuhan, malaikat, manusia, kitab, tumbuhan, kursi-kursi, meja-meja, mikropon, panggung, bunga-bunga, bersatu padu menyaksikan sebuah ikatan, sebuah perjanjian diantara dua insan. Tak terkira lagi agungnya pernikahan itu. Jangan main-main!

Cukup. Berdiskusilah jika ada sesuatu yang mengganjal. Peluk dia. Pandangi dia. Sesungguhnya perubahan akan sangat mungkin terjadi bila diiringi dengan kelembutan. Tambahi doa. Minta dengan Dia yang memiliki semua hati. Pintalah dengan kesungguhan. Tidak ada lagi cara yang paling mujarab selain melalui kelembutan dan doa di dunia ini.

Advertisements

Tak hanya Satu Syariat

Kawanku, saat kau ingin menjalankan satu syariat maka ketahuilah bahwa ada syariat lain yang juga harus kau penuhi.
Sesungguhnya antar syariat itu saling melengkapi.
 
Kau ikuti syariat membela agama, maka secara bersamaan kau wajib mengikuti syariat bertutur kata. Dengan ini kau akan membela agama dengan tetap bertutur kata yang baik.
 
Kau ikuti syariat bersedekah, maka secara bersamaan kau wajib mengikuti syariat menjaga kerendahan hati. Dengan ini kau akan bersedekah dengan tetap rendah hati.
 
Kau ikuti syariat sholat tepat waktu, maka secara bersamaan kau wajib mengikuti syariat menjaga silahturahim. Dengan ini kau akan sholat tepat waktu dengan tetap menjaga silahturahim dengan kawanmu, keluargamu, serta tetanggamu.
 
Kau ikuti syariat berhijab, maka secara bersamaan kau wajib mengikuti syariat menjaga hati. Dengan ini kau akan berhijab dengan tetap menjaga hati (tidak memandang rendah saudara yang belum berhijab).
 
Alangkah indah jika kau berbuat baik diikuti dengan kebaikan hati.

Rektor Kebanggaanku: DR. Ir. Harsoyo, M.Sc

Saya tau persis dengan beliau. Kalau tidak sedang diluar kota, maka hampir bisa dipastikan beliau bisa ditemui di masjid Ulil Albab UII saat azan berkumandang disetiap sholat lima waktu. Beliau juga sering meninggalkan rapat hanya demi berjemaah di masjid. Bahkan beliau ini yang beride menyambungkan speaker masjid Ulil Albab hingga dapat bergema nyaring di fakultas-fakultas. Tujuannya satu: agar mahasiswanya, stafnya, dosen-dosennya tak hanya membagikan ilmu bumi, namun juga ilmu langit.

Orangnya bersahaja sekali. Penampilannya sederhana sekali. Sering sang sopir cerita pada saya: baru kali ini saya nyopirin rektor yang sangat memanusiakan manusia. Subhanallah sekali.

Yang paling saya suka itu adalah khusyuknya beliau ketika berdzikir lalu mengangkat tangannya dengan mata terpejam sesaat sholat ditunaikan. Syahdu sekali.

Beliau adalah rektor yang super: penampilannya membumi, namun prestasinya melangit.

Sungguh keputusannya hari ini untuk mengundurkan diri dari jabatan rektornya, mengejutkan saya bahkan mungkin mengejutkan mahasiswa, alumni, dan civitas UII. Namun saya tahu sesungguhnya jabatan tak terlalu penting baginya. Karena menurutnya jabatan hanyalah sementara. Namun kredibilitasnya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab adalah harga mati.

 Jika itu adalah keputusannya setelah melibatkan Allah, maka saya memaklumi dengan bangga. Terlebih beliau ingin lebih fokus mengurus kasus ini hingga tuntas. Saya sungguh bangga.

Jika harus diibaratkan, maka UII baru saja kehilangan emas. Emas yang tak hanya di kagumi penduduk bumi, namun juga penduduk langit.

Terima kasih Pak Rektor,

DR. Ir. Harsoyo, M.Sc.

Saya doakan akan ada hadiah yang berkelas dari Allah untuk rektor yang paling saya kagumi.

Aamiin.

Dari yang mengagumimu,

Ori Rabowo, Industrial Engineering 2010.