Kebahagiaan Hati

Berjalanlah, yang jauuuuh. Tinggalkan dulu kampung halaman. Menjauh sejenaklah dari ketiak ibu dan pernak-pernik duniawi. Dan membaurlah bersama orang-orang yang mempunyai ciri khas sendiri dalam mengemas kehidupannya.

Berjalanlah. Pakai kakimu. Tinggalkan dulu motor atau mobilmu. Beriringanlah bersama sepeda pak tua yang membawa pisang ke pasar. Beriringanlah bersama ibu tua yang mengangkut sayur-mayur diatas pundaknya. Ngobrol. Apa saja. Tanya. Tanyakan apa saja. 

Perhatikan cara bicaranya. Perhatikan gurat senyumnya. Perhatikan mimik wajahnya. Perhatikan. Detail!

Jika sudah, maka kebersyukuran hidup akan memuncak. Jika sudah, maka kebahagiaan hati akan bertambah. Bukannya tiada yang perlu kita cari selain kebersyukuran dan kebahagiaan hati di hidup ini?

Ya tidak?

Cobalah.

Advertisements

One thought on “Kebahagiaan Hati

  1. Beberapahari Lalu aku merasakan ini. Didekati seorang ibu tua yang tiba” memeluk dan menciumin kedua pipiku.

    Bahagia rasanya. Syukur itu tak hentinya. Karna bagaikan diijabnya sebuah doa, ibu itu mendoakan aku sesuai doaku selama ini.

    Sukses kuliah dan hidupnya, serta disegerakan menikah dengan seseorang yang baik.

    Indah….
    Sebab itu terjadi disalah satu waktu mustajabNya

    Waktu dhuha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s