The Golden Doa

doa.jpgRamadhan adalah refleksi kehidupan yang dicita-citakan Tuhan. Sungguh manusia yang enggan melakukan dosa, yang menarik diri, dan memindahkannya pada titik yang berkualitas, yang senantiasa mengajak langkah pada kebaikan, yang mengajarkan tangan untuk memberi, yang melatih mulut agar berdzikir, yang menjaga pandangan, yang senantiasa takut pada kegelapan, yang meramaikan masjid, juga majelis, yang haus akan ilmu, juga yang lapar akan pahala, itulah kehidupan yang dicita-citakan Tuhan. Dan itu terjadi dibulan ini. Bulan Ramadhan.

Sangat wajar bila bulan ini dipenuhi cahaya. Cahaya yang bersumber dari badannya orang yang bertaubat, dari atap rumah yang didalamnya ada sahur dan bukanya, dari masjid yang dipenuhi dengan jemaah, dari mulut seseorang yang mengaji, dari telapak seseorang yang mencari nafkah, dari mukenah seorang wanita, dari lidah ibu yang berdoa, dari tangan seseorang yang bersedekah, dan dari manapun. Semua kompak mengibaskan cahaya.
Tidak hanya itu, pahala dikucurkan Tuhan bak air bah. Keberkahan diturunkan bak hujan. Doa dikabulkan bak lesatan panah. Kebaikan akan bernilai ganda. Yang kecil akan dinilai besar. Pun yang besar akan dinilai lebih besar. Semua free. G-R-A-T-I-S. Dan terjadi hanya dibulan ramadhan.

Sungguh mahadahsyat bulan ini.

Aku terpukau seketika menuliskan ini, kawan.

Sungguh sayang sekali bagi hati yang berat ketika ramadhan datang. Sungguh aneh sekali bagi wajah yang cemberut ketika ramadhan datang. Dan sungguh sayang sekali bagi pribadi yang tak ada bedanya antara bulan ramadhan dengan bulan lainnya. Jika itu kau, maka bertanyalah, apakah hati benar-benar telah menghitam? Jika iya, satu-satunya jalan adalah bertaubat.

Dan untuk kau yang bereuforia ketika bulan ini datang, bersyukurlah. Kau adalah golongan yang beruntung.

Saranku, siapapun kau, baik yang bereuforia atau yang biasa-biasa saja penyambutannya, tetaplah perbanyak doa. Sesungguhnya ramadhan adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. This is the golden time to pray! Seperti yang kukatakan diatas: doa dikabulkan bak lesatan panah.

Yang belum lulus, yang belum bekerja, yang hidupnya penuh kebobrokan, yang rejekinya mampat, yang ingin bertaubat, yang belum punya jodoh, yang belum punya anak, yang galau, yang masa depannya tak jelas, yang ingin keluar negeri, yang ingin ke baitullah, apapun itu, utarakan mimpi-mimpimu dibulan baik ini. Kasih tahu Tuhan, bahwa kau teramat sangat menginginkannya.

Doa. Doa. Dan doa.

Doakan juga orangtua agar hidupnya bahagia, agar matinya baik, agar surga hadiah terbaiknya, agar dibebaskan penyakit, agar segera ke baitullah, agar bebas dari hutang, agar apapun, sebutkan didalam doamu. Doakan juga saudara-saudara kandungmu agar keinginannya terwujud. Doakan orang-orang yang pernah baik kepadamu agar kebaikannya dibalas. Doakan orang yang ingin kau pinang –cieeeee. Sebut namanya dengan penuh kekhusyukan: Tuhan, bila benar dia jodohku, maka permudahlah aku untuk menikahinya. Dan bila benar dia untuk yang lain, tolong yang lain itu dimusnahkan saja, Tuhan. Bercanda ya Tuhan. Bila benar dia bukan jodohku, maka berilah aku jodoh yang lain… yang sama persis seperti dia. Aamiin…

Indah sekali berdoa dibulan ini. Bayangkan: dengan penuh cahaya, disepertiga malam kita bangun, sebelum sahur kita tahajud, berdoa, sambil menangis, berkeluh kesah pada Sang Maha. Setelahnya kita makan, mendapatkan berkah, kita berdoa lagi. Beberapa menit setelah sahur, azan berkumandang, kita bentangkan sejadah, sholat qobliyah subuh, sholat yang lebih baik dari pada dunia dan seisinya, lalu berdoa lagi, memohon pada Sang Maha dalam doa yang sama ataupun yang berbeda diwaktu mujarab antara azan dan iqamah.

Iqamah datang, kita segerakan sholat subuh, sehabis sholatnya kita diam, kita berdzikir, lalu berdoa lagi dalam waktu mujarab: doa setelah sholat fardu.

Mengaji sejenak. Mentaburi Al-Qur’an. Bersantai ria sejenak hingga waktu duha datang. Kita sholat, kita mengutarakan doa lagi. Baik doa bagi rejeki, kebaikan, ampunan, dan yang lainnya.

Kita beraksi setelahnya. Berjalan mencari rejeki atau ilmu. Lalu sampai pada waktu zuhur dengan hujan yang lebat, kita berhenti sejenak dari aktivitas. Ada waktu mujarab -antara azan dan iqamah dan ketika hujan turun- kemudian kita berdoa lagi. Pun sama ketika waktu sholat ashar. Terus hingga sampai waktu berbuka. Doa, doa, dan doa. Begitu seterusnya. Hingga malam ketemu malam, hingga pagi ketemu pagi.

Subhanallah.

Indah tak terperi!

Yuk perbanyak berdoa dan mendoakan. Manfaatkan bulan penuh berkah ini sebagai ladang pahala dan percepatan doa.

Semoga Allah mengabulkan apapun yang kita pinta. Aamiin…

“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)

Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hamba-Nya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa.” (HR. Al Hakim)

Source Photo here

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s