Stop Judging!

Tidaklah pantas seorang hamba men-judge kehidupan pribadi hamba lain. Dilihat susah, dikatakan kurang duha. Dilihat sakit, dikatakan kurang sedekah. Dilihat menderita, dikatakan kurang ibadah. Dilihat sekarang telah kaya, dikatakan uang korupsi. Dilihat sekarang telah rajin ibadah, dikatakan sok-sokan. Dilihat sekarang telah sedekah, dikatakan pamer. Dilihat sekarang telah membantu sesama, dikatakan pencitraan. Janganlah. Kita tidak ada hak sama sekali. Lagipula yang buruk dimata, belum tentu buruk semuanya. Pun yang baik dimata, belum tentu baik semuanya.

Ketahuilah ada seseorang yang menyembunyikan erat pahalanya seperti ia berupaya menutupi aibnya. Dan ketahuilah juga ada seseorang yang ingin memberikan ilmu dari keajaiban amalnya kepada yang lain seperti guru kepada muridnya. Ada dua karakter manusia. Dan di Al-Qur’an keduanya benar selama niatnya adalah hanya karena Allah.

Ketahuilah kawan, banyak sekali contohnya seorang pendusta kini telah menjadi seorang paling dipercayai. Pun orang yang dipercayai ada yang kini menjadi pendusta. Seorang pezina kini telah menjadi guru mengaji. Pun ada guru mengaji kini telah menjadi pezina. Seorang malas ibadah kini telah menjadi ahli ibadah. Pun ada yang ahli ibadah kini telah malas ibadah. Seorang yang malas sedekah kini telah menjadi dermawan. Pun ada dermawan yang kini telah pelit sedekah. Seorang yang berbaju seksi kini telah anggun dengan hijabnya. Pun ada yang telah anggun dengan hijabnya kini telah berbaju seksi. Hidup selalu mengalir. Dan akan terus menjadi misteri.

Lantas, berhentilah mencurigai amal seseorang. Berhentilah mengaudit amal seseorang. Berhentilah men-judge seseorang. Bertindaklah sebagai manusia saja. Jangan bertindak layaknya Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak menghakimi. Dan hanya Tuhan yang berhak memutuskan.

Sekarang fokus saja pada diri sendiri. Apakah kita telah benar-benar melakukan semuanya untuk Allah? Apakah benar kita telah benar-benar baik? Maka berkacalah. Dan jawablah.

Semoga Allah mengampuni hati yang selalu memburukkan hati yang lain.

Aamiin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s