#ORMenjawab Nasihat untuk Para Jobseeker

#ORMenjawab Pertanyaan #9 dari Fahmi Idris:

Apa nasihat terbaik untuk para jobseeker?

Untuk kawan-kawanku dimanapun kau berada saat ini, yang mungkin diantara kau sekarang ada yang merasa lunglai tak berdaya, terombang-ambing ibarat perahu tak bertuan, atau hal lainnya yang menggambarkan kau sungguh terpuruk saat pekerjaan tak kunjung datang kepadamu.

Bersabarlah. Nikmati saja. Saat terpuruk itu adalah saat terindah untuk mengabadikan waktu hanya untuk Tuhan. Maka mulai detik ini jangan ada sedetikpun kau jauh dari Tuhan. Utarakan saja setiap keinginan, detailkan saja: kau mau kerjaan yang gajinya besar, yang karirnya bagus, yang sesuai dengan kemampuanmu, yang ada bonus, dan sebagainya. Silakan.

Namun jangan lupa juga selipkan doa yang satu ini. Yaitu kau meminta dimanapun nanti kau bekerja jangan sampai imanmu turun; tahajudmu lenyap, masjidmu menguap, sedekahmu berat, subuhmu siang, duhamu berantakan, korupsi ringan, dan kau melupakan Tuhan. Jangan sampai!

Tak perlulah “main belakang” agar proses kau cepat. Jangan kawan, jangan. Sekalinya kau seperti itu, maka selamanya gaji yang kau makan akan haram. Dan yang haram akan menyusahkan kehidupan. Jujur sajalah. Ikuti semua prosedur. Janganlah kau meragukan kemampuan Tuhanmu!

Syukuri saja nanti ketika kau telah bekerja. Dimanapun! Tak usah membandingkan kau dengan kawanmu yang lain. Karena membandingkan diri dengan diri yang lain itu tak kan pernah ada habisnya. Fokus saja dengan dirimu yang sekarang. Jadilah karyawan yang jujur, berintegritas, displin tinggi, disukai oleh banyak orang dari bawah hingga level atas, dirindukan, dan tentunya berguna bagi citra perusahaan. Nikmati berinteraksi dengan orang lain, mengutarakan pendapat, berselisih, mencari solusi, me-manajemen waktu, pekerjaan dan orang, nikmati semua itu. Nikmati hingga kau merasa bahwa waktumu disana telah cukup. Silakan setelahnya kau ingin mencari kerja lagi atau membuka usaha. Asal kuncinya tetap kau pegang: dimanapun aku, yang paling penting adalah ridanya Allah.

Nah nanti ketika kau telah bulat akan resign, satu bukti bahwa apa yang kau lakukan selama ini bermanfaat adalah ketika banyak sekali orang merasakan kehilangan sosokmu. Rasanya nikmat sekali Kawan, saat kepergiaan kita ditangisi dan kehadiran kita dirindukan.

Itu saja yang bisa kutulis. Kudoakan untuk saudara-saudaraku agar bisa secepatnya mendapatkan pekerjaan dan selalu meninggikan asma Tuhan. Mari doa dan mendoakan.

Satu pesanku: buat apa kerja lelah, harta berlimpah, namun tak ada ridanya Allah. Tak nikmat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s