#ORMenjawab Cara Membangun Kualitas Diri

#ORMenjawab Pertanyaan #5 dari Salma Ayu Qonita:
Gimana caranya bisa ngebangun kualitas yang berefek buat diri sendiri?
Terlalu kecil mimpimu, Kawan, jika tujuanmu hanya membangun kualitas untuk diri sendiri. Bertujuanlah yang lebih besar: tak hanya untukmu, tapi juga akan berdampak buat sesama. Karena sesungguhnya tujuan hidup ini adalah berbagi buat sesama.
Wujud kualitas diri itu adalah bagaimana kau di pagi harimu. Wujud kau dimasa yang akan datang adalah wujud bagaimana kau dimasa sekarang. Jika pagimu kau mulai tanpa menyanjung asma Tuhan, maka selama satu harimu, kualitas pribadimu adalah kualitas pagi harimu. Jika masa sekarang kau mulai dengan bermalas-malasan, tanpa energi, tanpa kesyukuran, maka kualitas dirimu pada masa yang akan datang pun sama: kualitas rendah!
 
Bangunlah pagi. Lebih pagi dari orang-orang pada normalnya. Jika orang hanya sanggup bangun untuk solat subuh, maka kau bangunlah lebih pagi untuk bermunajat diwaktu sepertiga malam. Jika orang lain langsung main pergi saja untuk mengejar mimpi, maka kau melaksanakan solat duha terlebih dahulu, mengutarakan maksud, memohon perlindungan, serta mendoakan kelancaran rejeki buatmu dan orang-orang yang kau kasihi. Jika orang lain asyik dengan kerjaannya lalu menunda solatnya, maka kau tidak demikian. Kau mengusahakan dengan segenap tenagamu untuk menghadap Sang Maha dahulu untuk kemudian melanjutkan lagi pencarian rejekimu.
 
Sistem dalam islam itu sedemikian indah. Kita akan selalu bisa mengajak Tuhan dalam proses bermimpi kita. Dipagi hari, ada tahajud, ada solat subuh. Selanjutnya kita bisa duha. Kemudian siang bertemu dengan zuhur, untuk kemudian lagi bertemu dengan ashar. Dan ketika seharian, Tuhan memberikan waktu magrib dan isya, agar kita menutup hari dengan kemuliaan. Coba lihat, di waktu mana kau akan merasakan kehilangan Tuhan? Jawabannya tidak ada. Islam men-set sedemikian sempurna, agar waktu-waktu umatnya adalah waktu yang berkualitas.
 
Nah, Kawan, seperti yang kujelaskan jangan hanya membangun kualitas untuk dirimu sendiri tapi juga untuk orang banyak, ketahuilah apa yang telah kau mulai itu, lama-lama akan berdampak untuk lingkunganmu, untuk orang banyak. Percaya saja bahwa kita hidup layaknya berada dalam sebuah gua. Jika kau berkata A, maka kata itu akan memantul, memecah belah kehingan, merambat disetiap titik, hingga suatu saat akan melekat dengan siapapun yang berada dalam gua itu.
 
Satu lagi, seperti yang kutulis dibukuku “It’s Talking about Life, Lady, and Love”, berkumpulah dengan orang-orang yang berpositif dalam berpikir, berkumpulah dengan orang-orang yang bisa mengajak kau tuk mengenal sosok Tuhan lebih dekat. Karena dari sanalah kemuliaan hidup bermula.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s