Wanita, tegaslah!

Email pertama:

“Assalamualaikum Mas Ori, beberapa bulan yang lalu aku uda putus ni gara-gara baca tulisannya mas. Aku bersyukur Allah masih sayang sama aku. Alhamdulillah masih mau membukakan pintu untuk aku. Tapi mas, beberapa hari ini aku murung. Sedih. Apalagi lihat disosmednya dia lagi dekat sama cewek lain.

Email kedua:

“Assalamualaikum Mas Ori, aku berprinsip untuk ga pacaran ni. Cuma setiap hari, ada saja cowok yang mendekat. Terlebih dia itu cowok idaman di sekolah. Siapa coba yang ga klepek-klepek. Hehehe… Bagaimana ya mas?”

Terkadang beberapa pertanyaan yang masuk sengaja tak kujawab. Malas saja berkutat dengan problem yang seperti itu. 2015 lah kok masih dalam kegalauan yang itu-itu saja. Klasik sekali.

Tapi karena memang aku ini dasarnya orang baik…hehehe, maka akan kusampaikan sebuah nasihat. Dengarkan ini!

Untuk kau, wanita, dimanapun kau berada, tak ada jalan lain, tak ada jawaban yang lebih sempurna selain ”Tegaslah menjadi wanita!”.

Tegaslah!

Jangan menjadi wanita yang “gampangan”. Gampang dirayu, digombalin. Eh… jangan duduk dekat bunga-bunga itu! | Kenapa? | Nanti bunganya pada layu | Kok bisa? | Layu karena malu kalah cantik sama kamu.

Dari sana kau terhanyut, klepek-klepek, seperti ikan yang berontak karena dipindahkan dari  laut ke daratan. Hahaha… Lucu sekali aku membayangkannya.

Bisa kah kau tertawa? Bila tidak, maafkan aku. Aku memang tidak mahir bercanda. Tapi mahir untuk membahagiakanmu… *klepek-klepel lagi. Jangan sering-sering klepekan kawan, nanti kau mati. Tak lucu bila ditanya malaikat disana, “Kenapa kau mati?”, yang lain menjawab keren: karena sesak nafas ketika solat, karena angin duduk ketika berdzikir, sementara kau? Mungkin malaikatpun tertawa terbahak-bahak mendengar jawabanmu: mati karena keseringan klepek-klepek.

Yuk tegaskan dirimu!

Bukankah kemarin ketika tahun baru kau semangat sekali meniup terompet lalu berbisik lembut, “aku ingin mimpi-mimpiku terwujud di tahun 2015 ini”?

Bukankah ketika hari ibu kemarin kau bersosmed ria, mengetik kalimat anggun penuh cinta sebagai penghormatan tertinggi untuk sang ibu? Lalu kau telepon ibumu lalu mengucapkan, “Bu terima kasih untuk cintamu selama ini. Tetap sayangi aku, cintai aku, karena dari sanalah aku bisa semangat dalam wujudkan mimpi-mimpiku.”

Bukankah ketika ayahmu berulang tahun kau upload poto kau memeluknya, lalu kau beri caption, “Selamat ulangtahun jagoanku. Sehat terus ya ayah…” ?

Bukankah ketika kau makan, kau ngobrol dengan kawan-kawanmu, kau update di pathmu lalu kau beri caption, “Senangnya bisa berkumpul lagi, ketawa lagi. Makasi kesayangankuu….” Atau tulisannya begini: S3N4nGnY4 bS b3rKumPuL LG, kTw4 LG. M4K4syiiiii KeS4y4nGanKuuuuuu.. ckckckckck….

Kau kemanakan semua semangat, keindahan, dan kegembiraan itu?

Sayang sekali bila dia (laki-laki) itu merusak bahkan menghilangkan rasa itu. Kau harusnya bahagia, harusnya sama semangatnya ketika tahun baru kemarin, harusnya lebih memedulikan kesehatan, kebahagiaan, masa tua orangtuamu, harusnya ceria, tertawa dengan kawan-kawanmu.

Sudahi menonton film koreanya!

Sudahi follow akun yang sok bijak dalam cinta itu!

Sudahi berkumpul dengan orang-orang yang juga galau!

Sudahi memikirkan orang lain, dimana dia disana sama sekali tak memikirkanmu!

Jangan sampai bahagiamu tertahan hanya karena masalah klasik ini. Masih ada orangtua yang harus dibahagiakan, masih ada masa depan yang harus kau kuatirkan, masih banyak kisah lucu teman yang mesti kau tertawakan, masih banyak mimpi yang harus kau perjuangkan, dan masih banyak dosa yang mesti kau tangisi agar diberi ampunan.

Katanya ingin seperti ratu. Yang dihormati dan diidamkan para raja. Katanya ingin menjadi wanita yang mulia, yang dicintai Tuhan. So, tegaslah!

Sayang bila wanita secantik kamu akan hilang aura cantiknya karena larut dalam kesedihan.
Wanita yang tegas itu mulia sekali. Dan itulah sebaik-baiknya wanita. Yang tegas, yang kuat, yang cantik kayak kamu.

Iya kamuuu…

*klepek-klepek lagi.

Ingat: Pembaca setianya blog orirabowo.wordpress.com itu ciri-cirinya adalah anti-galau!

Salam,

@orirabowo

Kawan, aku sekarang ada Facebook Pages. Silakan di “like” untuk berbagi ilmu, sharing, diskusi, dan berbagi info mengenai tulisan baruku.

Mari kita berkawan 🙂 https://www.facebook.com/pages/Ori-Rabowo/416288755195295

Advertisements

10 thoughts on “Wanita, tegaslah!

  1. selamat siang ori, lucu rasanya melihat dirimu dengan kata kata mu, aku tak ingin mengotak atik nasehatmu, itu sudah cukup indah untuk dilakukan, tapi aku punya satu pertayaan,
    kalo iya sesorang ingin mengubah lingkungannya, pribadinya, dan kehidupannya bahkan, cukupkah hanya dengan mendengar nasihat seseorang tanpa perlu mencontohkan perilaku seorang pribadi yang pantas untuk mengubah kehidupan?

    makasih rii,

    salam

    rayanda

    ‘the first time, i try to read all of your post”

    1. Halo mas Yanda.

      Ada dua: nasihat dan aksi. Atau dalam bahasa islamnya, doa dan usaha. Hanya itu yg bisa mengubah kehidupan kita dan sekitar.

      Perlu tidaknya berperilaku seperti “orang yg pantas mengubah” tergantung pribadi masing”, yg jelas sifat seseorang itu menyebabkan dia sebagai orang yg terpercaya atau tidak.

  2. Halo Kak Ori, menyenangkan sekali bisa menemukan halaman penuh cerita ini. Ternyata banyak cara yang bisa ditularkan oleh setiap orang untuk bisa lebih baik yah 😀 sangat menginspirasi! untuk soal cinta dengan mereka yang belum pasti, jangan terlalu dianggap serius memang. apalagi memberi hidup sepenuhnya huakakaka

    salam kenal yah, Kak Ori, aku Della dari Bogor, yang langsung kagum dgn gaya penuturan mu disini ^^

    @delladiningtyas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s