Disimpan dulu Hapenya!

Siang itu aku sudah duduk manis disuatu tempat makan disekitar kampus. Disana aku melihat sebuah keluarga. Sepasang suami istri dengan kedua anaknya. Mereka duduk berputar mengelilingi meja, menunggu makanan yang telah mereka pesan. Tak ada nada sama sekali yang terdengar. Sunyi. Padahal kulihat mereka saling senyum, bahkan sedikit tertawa seperti ada yang lucu. Mungkin ini yang disebut: Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Mereka sibuk senyum dan tertawa dengan handphonenya masing-masing.

“Terima kasih Mas”, ucapan Si Suami kepada laki-laki yang telah menghidangkan makanannya. Mereka menyantap dengan lahap. Sesekali mereka bicara satu sama lain. Sesekali pula mereka tertawa bersama. Hingga semua makanan habis, mereka kembali diam. Kembali kepada dunianya masing-masing.

Azan zuhur sudah terdengar dari masjid kampus. Pas sekali dengan satu suapan terakhirku.

Dimasjid, selesai sholat, kuperhatikan orang-orang disekelilingku. Ada yang khusyuk berdzikir, khusyuk berdoa, dan ada pula yang langsung mengambil Al-Qur’an lalu membacanya. Disisi yang lain, mataku tertuju kepada seseorang. Selepas salam, dia menjauhkan diri beberapa jengkal dari shaf yang dia tempati. Tangannya sudah seperti hafal masuk kedalam sakunya, lalu mengambil handphone yang telah ditinggalkannya beberapa menit.

“Ah… Mungkin saja dia ingin segera membaca Qur’an dihapenya.” Aku mencoba berpikir positif. Tapi, pikirku, kalaulah membaca Qur’an, tidaklah mungkin dua jempolnya bertengger lalu menari-nari diatas layar hapenya. Ah…sudahlah. Aku tak mau mengajari otakku tuk berpikir negatif.

Kulepaskan pandanganku. Kulanjutkan dzikirku. Kupuja Sang Maha yang tak pernah berhenti memanjakanku.

Kawan, sungguh tak enak hidup dalam ketidakharmonisan. Ayah sibuk dalam kerjanya, ibu sibuk dengan aktivitas luarnya, sedangkan anak-anaknya sibuk dengan pergaulannya. Sekalinya ada waktu, tetap mereka sibuk dengan dunianya masing-masing.

Apalah indahnya hidup yang seperti berkumpul tapi tidak dalam makna sebenarnya.

Kawan, jadilah pribadi yang menyatukan. Disaat dirimu berada ditengah keluargamu, leburkan dulu dirimu kedalamnya. Ajak Ayahmu, Ibumu, saudaramu untuk satu dalam candaan, satu dalam senyuman, dan satu dalam pembicaraan.

Begitu juga saat menghadap Tuhan. Telah banyak nikmat yang sudah Tuhan berikan. Tak pernahkah kita berpikir untuk benar-benar menikmati waktu saat bersama-Nya?

Spesialkan waktu untuk Tuhan. Masih banyak dosa yang harus kita mohonkan agar diampuni, masih banyak kalimat dzikir yang harus kita lafazkan untuk memuja Sang Maha, masih banyak pula ayat Al-Qur’an yang mesti kita baca agar ditenangkan oleh-Nya, dan masih banyak mimpi yang harus kita utarakan agar diwujudkan oleh-Nya.

Jangan sampai hape merusak hubungan kita dengan keluarga dan juga dengan Tuhan. Jangan sampai hape lebih membuat nyaman dari pada canda tawa dalam keluarga. Jangan sampai layar hape lebih nikmat tuk dilihat dari pada Al-Qur’an yang ayat-ayatnya menenangkan jiwa. Jangan sampai hape sebagai perusak kenikmatan untuk memuja-Nya dan memohon pada-Nya.

Bila benar kita semua disini adalah sebagai pribadi yang ingin hidupnya dalam keharmonisan dan kebahagiaan, maka spesialkanlah waktu untuk keluarga juga untuk Tuhan. Dari sanalah jiwa kan tenang.

Semoga bermanfaat.

Salam,

@orirabowo

Advertisements

One thought on “Disimpan dulu Hapenya!

  1. Kini gadget setiap tahunya selalu memperbarui tampilanya seperti pada iphone, dan dampaknya bukan hanya remaja kini anak – anak SD pun sudah terkontaminasi kebahagian yang sebenarnya oleh gadget. Semoga tulisan mas ori di renungkan oleh anak – anak bahkan semuanya agar tak mengganggu kerhamonisan dengan orang di sekitar dan Tuhan….. izin share ya mas ori 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s