Mempelajari Kehidupan

Jika ampunan Tuhan itu berwujud cahaya pagi, maka pagi ini bersyukurlah kita masih merasakannya.

Ori Rabowo

==

Langit masih gelap. Hanya ada cahaya bulan yang masih benderang. Perlahan cahaya itu memudar. Seperti sudah tahu akhir akan tugasnya. Embun pun perlahan berjatuhan dari dedaunan. Tak mau kalah pula semilir angin. Ia bergerak bebas tak tahu arah, menyentuh setiap apa yang ia lalui. Indahnya sistem kehidupan ini. Dari yang terkecil hingga yang terbesar sekalipun, Tuhan mengaturnya dengan sangat baik.

Pagi ini aku ingin menyatukan diriku dengan alam. Membebaskan pikiran untuk bersenda gurau dengan segarnya udara. Kuambil sepeda bermaksud untuk menerobos cahaya. Kukayuh pelan-pelan agar segarnya udara benar-benar menyatu dengan tubuhku. Dalam benakku kukatakan, “Bila ampunan Tuhan itu berwujud cahaya pagi, maka aku harus bersyukur pagi ini masih bisa menikmatinya.”

Satu demi satu langkah terlihat. Mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada seorang ibu yang mencoba menenangkan anaknya yang mungkin sedang rewel karena belum terima tidur lelapnya harus segera berakhir. Ada mbah-mbah yang sudah tua renta tapi masih saja kuat memikul beban kayu-kayu bakar yang digendongnya. Pikirku, siapa lagi kalau bukan Tuhan yang mengizinkan mbah itu tuk tetap kuat. Ada lagi gerembolan bocah yang bergembira menuju sekolahnya. Bersenda gurau dengan aksen jawa yang kental. Sesekali mereka berhenti, menunggu kawan lainnya yang masih dibedaki ibunya agar terlihat putih.

Sepedaku masih terus berjalan. Setiap kali aku melewati seseorang, setiap kali itu pula senyum kuterbitkan. Inilah keindahan yang kutemukan di Jogjakarta ini. Orang-orang ramah menyapa. Dan senyum mereka itulah sapaan terindah. Terlihat sulit memang bila hanya melihat mereka dari luar, tapi tidak bila kita bisa masuk kedalam jiwanya. Jiwa mereka itu sangat damai. Bahkan lebih damai dari orang-orang yang mengatai mereka sebagai kaum yang tak punya.

Aku jadi teringat langsung pada ibu angkatku yang setiap harinya berjualan sayur masak. Tidak ada tempat, tidak ada pula karyawan. Ia membawa sendiri, berjualan sendiri, dan berjalan sendiri menuju kos-kosan mahasiswa sekitar kampus. Susah memang kelihatannya, tapi tidak sama sekali. Siapa sangka ibu angkatku itu anaknya telah sarjana.

Banyak sekali cara Tuhan mendidik hamba-hambaNya. Termasuk peristiwa pagi ini. Karena pagi ini hati yang sempat meninggi menjadi rendah kembali. Jiwa yang masih kurang bersyukur, maka pagi ini mengajarkan untuk bersyukur. Masyaallah…

Kawan, ada beberapa poin yang bisa kita ambil pelajaran:

1. Untuk kau yang sedang gunda, cobalah satukan diri dengan alam. Lihatlah panorama yang diciptakan Tuhan, maka gunda pun akan hilang.

2. Untuk kau yang tak tahu caranya bersyukur, cobalah keluar, tinggalkan dulu mobil atau motor yang kau punya. Cobalah berjalan atau bersepeda. Telusurilah kampung-kampung yang tak biasa kau lalui. Bisa juga mampir kewarung makan yang belum pernah sama sekali kau datangi. Sapa dan perhatikan juga mereka. Seketika itu kau akan bersyukur, mereka saja yang kelihatannya sulit masih bisa ikhlas senyumnya, lantas mengapa kau tidak?

3. Untuk kau yang merasa imannya sedang turun, boleh juga menerapkan ilmu diatas. Tengoklah seorang anak muda yang disaat lainnya melakukan hal yang tidak bermanfaat, ia mengasingkan diri, memilih tuk dekatkan dirinya pada Tuhan. Tengoklah nenek tua renta yang masih bisa segera melangkahkan kaki kemasjid saat azan berkumandang. Tengoklah pula gerombalan anak kecil yang bergembira membawa Al-Qur’an sehabis mengaji dimushola.

Satukan diri dengan alam. Leburkan diri dengan orang-orang yang ikhlas dalam menjalani kehidupan. Dari sanalah kemurnian cinta kita kepada Tuhan akan muncul kembali. Dan dari sanalah hidup ini kan lebih bermakna.

Semoga bermanfaat.

Salam,

@orirabowo

Advertisements

One thought on “Mempelajari Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s