Wanita Idaman

IMG_6273

Dear wanitaku,
Cobalah kau keluar dari kamarmu dikala pagi buta. Lalu duduklah dengan anggun sembari menunggu cahaya pagi. Dan pastikan bahwa kaulah orang pertama didunia yang menanti cahaya itu. Kau amati cahayanya. Amati perlahan-lahan proses kemilaunya.

Sudahkah kau amati?

Bila sudah, maka aku akan bertanya. Adakah cahaya itu langsung benderang seketika terlihat? Tidak bukan? Ia mengeluarkan cahayanya dengan sangat pelan, sangat lembut. Anggun sekali.

Bayangkan cahaya itu seketika langsung benderang. Tidak akan pernah ia ditunggu oleh banyak mata untuk diabadikan dengan sebutan sunrise. Kemilau sunrise itulah yang membuat mata takjub, betah memandangnya lama.

Wanitaku,
Tunggu dulu. Jangan cepat-cepat pergi dari fenomena pagi itu. Coba kau perhatikan lagi awan-awan diatas sana. Adakalanya manusia dibumi merasakan terik karena sang mentari bersinar terlalu terang. Awan-awan itulah yang dibuat Tuhan untuk menutupi terik mentari agar jiwa dibawahnya merasakan damai. Tidak hanya itu, terkadang ia juga menurunkan hujan sebagai perisai yang menyejukkan jiwa dibawahnya.

Yang tak kalah ditunggu dipagi hari adalah angin. Coba sekarang kau pejamkan mata. Nikmati kesegaran dari semilir angin dikala pagi. Sejuk sekali. Anginnya belum terkontaminasi dengan pekat debu. Masih bersih. Masih suci.

==

Cahaya lembut mentari dikala pagi, awan-awan yang anggun diatas sana, serta angin itulah sebagai caraku menggambarkan dirimu.

Aku ingin kau seperti cahaya mentari dikala pagi. Yang malu-malu, yang lembut lagi anggun menyapa penduduk bumi. Jiwa yang selalu bersembunyi untuk memantaskan diri. Jiwa yang selalu dinanti, dirindukan oleh banyak jiwa yang lainnya. Bicaranya santun, sikapnya menenangkan, serta senyumnya yang menggetarkan jiwa.

Wanitaku,
bantu aku tuk memecahkan perkara dunia. Tak perlu dengan bantuan yang membebani, cukup kau bertindak sebagai awan. Dikala aku merasakan lelah yang teramat sangat, aku ingin kau datang lalu mendamaikan. Dari sanalah aku dapat bangkit kembali, lalu siap menghadapi dunia lagi.

Sekarang aku sedang bersembunyi untuk memperbaiki diri. Dari persembunyian inilah aku mengharapkan pendamping yang seperti semilir angin dipagi hari. Jiwa yang selalu diharapkan kehadirannya karena memberikan kesejukan, tapi sesungguhnya ia belum sama sekali terkontaminasi dengan kotoran-kotoran yang bisa merusak dia dan hidupnya. Kau masih putih bersih. Masih suci sekali.

Wanitaku,

aku yakin sekali bila kiasan ini sudah terbenam pada dirimu, maka takkan kuragukan lagi ketaatanmu pada Tuhan. Wanita yang taat pada Tuhannya itu seperti bidadari yang dijanjikan Tuhan bagi jiwa yang masuk kedalam surga-Nya. Dan ini sering kulantunkan dalam doaku. Agar aku mendapatkan wanita yang seperti bidadari surga.

Subhanallah… Baru menggambarkanmu saja mataku telah berkaca-kaca. Apalagi bila aku benar-benar mendapatkanmu.

Wanitaku,

dimanapun kamu sekarang, angkatlah tanganmu. Aku pun demikian. Kita sama-sama berdoa agar sejauh apapun jarak kita saat ini, semoga Tuhan segera mendekatkan kita menjadi sepasang kekasih yang mulia dihadapan-Nya.

Aamiin…

(@orirabowo)

Advertisements

3 thoughts on “Wanita Idaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s