Memaafkannya

Siapun kita, pasti pernah dalam fase disakiti. Ada yang sudah berteman lama dengan seseorang, sudah semakan-seminum, saat bekerja sama dalam satu usaha, ia malah menipu dan menzalimi. Ada pula yang datang saat kita bahagia, namun tak kunjung datang saat kita berada dalam kesedihan. Sesak rasanya dada. Tak menyangka teman yang sudah kita anggap sebagai saudara sendiri, malah menyakiti.

Memang ada manusia di dunia ini yang seperti kawan, padahal lawan. Bermuka manis saat didepan, tapi bermuka masam saat dibelakang. Andai kita tahu bagaimana dia nanti, rasanya ingin sekali kembali pada masa itu, lalu menghentikan pertemanan yang telah terlanjur berjalan. Tapi percuma. Sudah terjadi.

Ada suatu cerita di jaman Rasulullah dulu. Ketika Rasul sedang berkumpul dengan para sahabat, beliau menyampaikan, “contohlah si fulan yang hidup disuatu tempat. Sungguh dia ahli surga.” Karena penasaran para sahabat akhirnya mencari tahu siapa yang dimaksud oleh Rasulullah itu.

Dengan segenap usaha, akhirnya para sahabat menemukan orang yang dimaksud Rasul. Dia seperti sangat biasa. Para sahabat memperhatikan solatnya, biasa saja, layaknya solat orang pada umumnya. Para sahabat memperhatikan hidupnya pun terkesan biasa saja. Tidak ada yang spesial sama sekali darinya.

Akhirnya satu dari seorang sahabat bertanya, “Wahai Bapak, apa amalan terbaikmu hingga kau dikatakan Rasul sebagai ahli surga? Padahal aku perhatikan tidak ada satupun yang tampak spesial darimu?” Dengan santun Bapak tersebut menjawab, “Ketahuilah setiap malam sebelum aku terlelap, aku selalu mengingat adakah orang yang hari ini menyakitiku. Bila ada, aku selalu memaafkan orang-orang yang menyakitiku itu. Tidak peduli seberapa sakitnya, tetap saja ku maafkan mereka.
Subhanallah… Indahnya memaafkan itu.

Tidak ada cara lain. Maafkanlah mereka yang menyakiti. Meski itu sangat membuat kita sesak atau menangis terseduh karenanya. Dengan memaafkan bukan hanya ketenangan yang kan kita dapat, tapi juga surga sebagai hadiah dari Allah untuk hamba-Nya yang pandai memaafkan.

Sudahlah. Ikhlaskan saja. Ikhlas itu memang sulit, tapi kita tak akan pernah merasakan betapa nikmatnya ikhlas bila belum mencobanya. Cobalah. Agar derajat hidup kita naik.

Bila masih sulit, maka bayangkanlah surganya saja, bukan orang yang menyakiti itu…

Advertisements

7 thoughts on “Memaafkannya

  1. karena memaafkan tentu akan melegakan sesak di dadamu..
    karena memaafkan itu sejatinya untuk dirimu sendiri,
    untuk ketenanganmu,
    untuk kebahagiaanmu,
    untuk surga yang kau rindukan..

    terimakasih kak pencerahannya,
    merasa kembali diingatkan untuk tetap memaafkan,
    beberapa minggu terakhir mengalami banyak hal yang membuat marah, kecewa, sakit hati.
    sejenak lalu berpikir,
    untuk apa mempertahankan itu?
    bukankah memaafkan membuat langkah menjadi lebih ringan?

  2. Benar bgt mas….
    Saling memaafkan dan hindari skit hatiii karenaaa skit hati jga bakal nmbah dosaa kadang klo skit hatii pikiran nya yng jelek2 aj..

    Disaat kita berhati-hati terhadap dosaaa disaat itulah allah menolong kitaaa…

    Maksihh mas oriii semogaaa kitaa bisa terus mnjadii manusia yng lebih baik walaupun bertahap aminn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s