Pria Idaman

Dear wanita, kau diciptakan Tuhan memang dengan penuh kelembutan. Memang sudah kodratnya kau menyukai sesuatu dengan lebih mengandalkan perasaan dari pada logika. Oleh karenanya tak sedikit diantara kalian yang salah dalam memilih lelaki sebagai pendamping hidupmu, hanya karena kau mengandalkan perasaan.

Banyak fenomena yang menunjukkan kau malah tidak bahagia ketika kau telah menikah. Kau lebih kasihan kepada laki-laki yang mulutnya manis, yang bisa bicara dengan nada nelangsa. Kau pun langsung terkesima akibat sebuah janji yang seperti meninggikanmu nanti, padahal tidak sama sekali.

Dari sana kau tidak peduli seribu nasihat, yang satu diantaranya adalah nasihat orangtuamu. Kau abaikan semua contoh buruk yang dibuat Tuhan sebagai pembelajaran untukmu. Yaa… semua hanya karena kau lebih mengandalkan perasaanmu.

Menikah itu selamanya. Menikah itu harusnya membuat kau lebih bahagia lagi mulia. Bukan malah membuat air matamu terus mencair pertanda sebuah kesedihan. Menikah itu menyatukan dua insan, menyatukan dua rejeki, dan menyatukan dua cinta dalam kedamaian.

Oleh karenanya berhati-hatilah dalam mendefiniskan bagaimana pria idaman itu. Boleh-boleh saja kau mengeksplor semua poin untuk pendefinisian dari pria idamanmu. Boleh kau artikan pria yang berwajah rupawan sebagai pria yang kau idamkan, boleh juga kau mengartikan pria yang kaya sebagai pria yang kau mau. Terserah saja, asalkan ada poin pokok yang harus kau letakkan sebagai poin pertama.

Adalah poin ibadahnya. Jangan sesekali kau hanya mengandalkan perasaanmu untuk poin yang ini.

“Ahh… nanti ketika menikah dia berubah kok.” “Dia bilang kelak mau berubah kok, dia kan laki-laki yang bertanggung jawab.” “InsyaAllah aku bakal menuntunnya nanti untuk berubah.”

Kalau kau tidak mau itu menjadi malapetaka bagimu dikemudian hari, maka hapuskan pikiran-pikiran itu dari pikiranmu. Dengarkan aku! Ibadah itu perkara kewajiban utama didalam kehidupan ini. Kalau masalah ibadah wajib saja ia tak mau menjalankan, bagaimana ia akan menjalankan kewajibannya sebagai pendampingmu kelak. Ini masalah tanggung jawab ia sebagai hamba kepada Tuhannya. Maka dari itu janganlah pernah kau hanya mengandalkan perasaan untuk poin yang ini.

==

Pria yang seperti ini bisa kau cari jejaknya ketika azan berkumandang. Coba keluarlah saat azan berkumandang. Lalu perhatikan adakah jejak pria yang membekas yang tertuju pada masjid. Bila ada, maka berdoalah penuh khusyuk agar kau dijodohkan dengan pria yang lebih mementingkan seruan Tuhannya dari pada perkara dunia.

Atau bila sulit menemukan maka perhatikan saja pria yang bagus solat lima waktunya. Luaskanlah pergaulanmu dengan siapapun dan dimanapun. Mungkin saja ada pria yang kau idamkan itu diantara kelompokmu. Atau sebagai bahan pertimbangan lainnya, perhatikan seorang pria dari teman-teman dekatnya. Sungguh teman dekatnya adalah cerminan dari pria itu.

Bila kau telah menemukan maka bawa namanya dalam doa atau kau sebut kau ingin seperti pria yang seperti itu. Ceritakan tentangnya kepada orangtua. Dan jangan sesekali membohongi orangtuamu hanya untuk menutupi kejelekan dari pria yang kau mau itu. Ingat, menikah itu selamanya.

Sungguh indah hidupmu bila menemukan pria yang seperti itu. Berdoalah selalu kepada Tuhan untuk hal yang satu ini. Dan jangan lupa tuk memantaskan diri. Karena sungguh firman Allah tentang “pria yang baik tuk wanita yang baik” itu tidak akan pernah berubah hingga akhir hayat kita semua.

Advertisements

7 thoughts on “Pria Idaman

  1. Oke fix,,, saya ingin Kau dijodohkan dengan pria yang lebih mementingkan seruan Tuhannya dari pada perkara dunia. Like this ˆ⌣ˆ .

    sy hanya ingin di beri kesiapan dan kerelaan untuk dpt menerima semua takdirMU, termasuk kesiapan bertemu jodoh terbaik yg disiapkanNYA, bukan segera atau secepatnya karena itu seolah memaksa.
    Thanks utk tulisan2 yg menginspirasinya ori 🙂
    Semoga jd amal ibadah yg kelak memasukanmu ke JannahNya aamiin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s