Menggapai Sarjana

Kemenangan ini bukanlah hanya kemenangan untuk diriku. Aku menyebutnya ini sebagai kemenangan bersama, antara aku dan keluargaku. Mungkin orang lain hanya menganggap ini hanyalah penambahan gelar untuk namaku, tapi tidak bagiku. Aku menyebut ini sebagai perjuangan hidup atau mati. Tuk mendapatkan ini, mataku harus menyaksikan dulu air mata yang tumpah ruah dari ibu dan ayahku. Tak terasa langsung memang, tapi sungguh tangisan mereka mengalir deras dalam pikiranku.

Aku tahu dibalik kuatnya mereka, ada beban yang tersembunyi. Aku pun tahu dibalik senyumnya mereka, ada air mata yang tertahan. Kuliah ini memang menyisahkan seribu keluh, beban, juga air mata.  Pernah air mataku tak henti-hentinya keluar saat ku tahu motor yang kesehariannya untuk ibuku kepasar, dijual hanya demi kuliahku. Pernah juga aku dihantam beban yang kuat saat ku tahu para saudaraku rela mengurungkan keinginannya, hanya demi kuliahku. Sungguh aku ingin sekali memeluk mereka, dan mengatakan sudah… sudah cukup air mata itu, sudah cukup bebanmu itu, aku kini sudah sarjana. Sudah menyandang status dari perjuangan kita bersama.

===

Orang-orang seperti ku ini akan mati bila hidup tanpa mimpi. Karena dari bermimpilah, aku bisa sejalur dengan orang-orang yang tinggi derajatnya. Apalah jadinya bila hidupku tanpa mimpi, mungkin akan mati membiru seiring dicampakkan oleh orang-orang disekelilingku.

Syukurnya aku di proses oleh para penghebatku di rantau untuk menjadi orang yang harus menyandarkan mimpi kepada Tuhan. Iya, dari awal keharmonisanku dengan Tuhanlah mimpi ini terwujud. Pernah ada masa dahulu aku sudah pasrah, berhenti kuliah pun aku sudah siap. Tapi bukan Allah, bila tak punya cara tuk memanjakan hamba-Nya. Kejadian selepas ashar di masjid kampus itu tidak akan pernah kulupakan disepanjang hidupku. Itulah momen dimana pertolongan Tuhan datang untukku. Momen dimana ada seorang profesor yang tidak ku kenal tapi merekomendasikanku tuk mendapatkan beasiswa.

Saat itu aku benar-benar memercayai kemahaan Tuhan. Itulah momen pertama aku sangat merasakan kehebatan dari doa dan air mata. Dan dari sana pula cahaya lilin yang hampir meredup perlahan terang kembali. Siap mengungguli cahaya dari lilin-lilin lainnya.

Perjuangan tuk mengakhiri perjalanan panjang ini bermula dari proses skripsi. Disaat awal semester akhir, telingaku mulai mendengar suara-suara yang membahas skripsi. Ada beban tersendiri, disaat yang lain sudah membahas itu, aku belum juga menemukan topik yang paling tepat tuk kutulis sebagai tugas akhirku. Kemana lagi aku akan mengeluh kalau tidak pada Tuhanku. Ku ungkapkan saja permasalahanku dengan-Nya. Di sela doaku, aktivitasku, dalam waktu santaiku, sebelum tidurku, selalu kuungkapkan tentang ini kepada-Nya.

Sampailah hari dimana aku bertemu seorang doktor selepas solat Jum’at. Beliau itu dosenku, tapi sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya lagi. Terjadilah percakapan disana. Beliau menawarkan sebuah topik tugas akhir dengan metode yang belum digunakan sama sekali oleh orang lain. Beliau menganggap aku mampu untuk menyelesaikannya. Setelah panjang-lebar dijelaskan alurnya, aku mengiyakan. Dan mulailah sebuah perjuangan untuk menyelesaikannya.

Siang malam aku berpikir keras bagaiamana memecahkan dan mengaplikasikan metode itu. Tidak ada kawan yang paling setia saat itu kecuali laptop, kopi, dan referensi. Tangan yang seperti hafal letak setiap huruf dalam keyboard, dan kaki yang seperti berjalan dengan sendirinya ke perpustakaan. Sungguh seperti sebuah harmoni yang indah antara otak, tangan dan kakiku. Sekitar empat bulan perjuangan itu membuahkan hasil. Dosen pembimbingku sangat puas dengan hasil yang kujabarkan padanya. Alhamdulillah…

Tibalah saat hari penentuan lulus atau tidaknya aku. Ada metode yang unik, yang mungkin hanya aku dan abangku yang memakainya. Metode itu adalah ‘di-ngajiin’. Dulu ketika abangku Lutfi Chabib disidang untuk gelar masternya, aku disuruh menunggu didepan ruang sidangnya, lalu aku disuruh mengaji dan jangan pernah berhenti sebelum dia keluar dari ruang sidangnya. Cara unik ini pun aku aplikasikan dalam sidang tuk gelar sarjanaku.

Di Jogjakarta ini aku mendapatkan saudara baru. Dia mahasiswa baru. Dan dialah yang kujadikan ‘target’ agar mengaji didepan ruang sidangku. Hehehe…

Pagi itu aku sudah sangat siap. Berbaju rapi, harum, dan gembira hehehe. Kurang lebih hanya 30 menit aku selesai mempresentasikan plus tanya jawab dari dosen penguji. Aku jawab semua apa yang ditanyakan. Aku jabarkan semua tentang proses metodenya. Dan memang, kombinasi sholawat, duha, tahajud, masjid, doa, dan plus bacaan Qur’an dari saudaraku itu luar biasa adanya. Alhamdulillah, presentasiku sangat memuaskan. Aku mendapatkan tepukan dari dosen pembimbingku dan juga nilai terbaik dari semua pengujiku. Subhanallah…

===

Selesai sudah perjalanan panjang ini. Terima kasih banyak untuk mama, papa, yuk Rika, kak Yoke, Kak Farit, sungguh aku dedikasikan kelulusan ini untuk kalian. Terima kasih untuk motivasi, doa, dan airmata.

Apresiasi tinggi ku berikan untuk pembimbingku, Mr. Hartomo., Ph.D, terima kasih atas bimbingannya, motivasinya, dan kesabarannya dalam membimbing thesisku.

Terima kasih untuk Mas Lutfi, Bang Wendra, mas riky, mas bayu, mas rifqi, mas Jamal, bang Rafki, Bu Edny, Bu Liana, dan Pak Hakim atas doa dan ilmu-ilmunya. Spesial lagi buat Prof. Fauzy untuk amanah beasiswanya. Semoga Allah yg membalas ya Prof. Terima kasih juga buat Mei, Ibu, dek niken, dan dek abid buat doa dan supportnya.

Untuk teman-teman International Program TI, Momo, Irfan, Irvan, Ladin, Arman, Diaz, Riza, Naulul, dan Dhana makasi atas support dan uda nyempetin datang. Untuk teman-teman asisten, satu bimbingan, dan reguler terima kasih atas support dan doanya. Dan tidak lupa tuk kawan-kawan disosial media, terima kasih. Indahnya didoakan saudara jauh dan hebat seperti kalian.

Semoga Allah memuliakan kita semua. Aamiin…

IMG_5731
My open seminar, 19 September 2014, in Friday.
IMG_5758
Ini ni Ryan yang ngaji saat aku sidang. Makasi banyak ya bro atas waktu dan tilawahnya.
IMG_5743
Bersama teman-teman satu perjuangan di International Program. See you on the Top Bro!!!
IMG_5755
Ni sama teman satu perjuangan tes pre-defense, toefl, dan defense 😀
IMG_5772
Terima kasih buat kawan-kawan Siman. 2010 dan 2011 buat motivasi dan doanya 😀
IMG_5787
Bersama guru hidupku, Lutfi Chabib. Terima kasih untuk doa dan ilmunya masbero. Semoga Allah selalu meninggikan derajatmu aamiin…

Advertisements

2 thoughts on “Menggapai Sarjana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s