Sabar.

Di Jogjakarta ini aku kenal dekat dengan seorang ibu yang sudah kuanggap seperti ibuku sendiri. Dulu, ketika dia baru saja menikah, ia dan suaminya tinggal dijalan yang masih begitu sepi. Tingginya pepohonan dan bunyi jangkrik dikala malam seperti telah menjadi teman untuk pasangan yang baru saja menikah itu. Jangankan motor atau mobil yang berlalu lalang, bunyi jejak kaki saja jarang sekali tuk didapati. Maklum, malam-malam didaerah itu belum diterangi oleh lampu-lampu jalanan.

Sulit memang untuk pindah. Sudah terlanjur berdiri kokoh rumah pasangan itu. Yang bisa mereka lakukan hanyalah menikmati lalu mensyukuri apapun keadaanya. Tahun demi tahun pun berlalu. Tibalah masa dimana akan dibangun sebuah universitas ditempat itu. Proyek besar itu bak gula yang mendatangkan semut-semut yang entah dari mana asalnya. Perlahan demi perlahan tempat itu tak lagi sepi. Banyak pertokohan akan dibangun, kosan mahasiswa dan mahasiswi pun sudah seperti investasi segar didaerah itu. Dan sampai pada akhirnya ada seseorang yang mendatangi pasangan itu. Dia menuturkan bahwa didepan rumah sang ibu sangatlah strategis untuk baliho periklanan. Dia menawarkan kerjasama atas pemasangan baliho itu. Tanpa harus turun tangan, pertahunnya ibu itu akan mendapatkan 10 juta atas pemasangan baliho yang salah satu tiangnya menancap kokoh ditanah milik sang ibu.

Subhanallah… Ibu itu mendapatkan buah atas sabar yang telah lama ia tanam. Dengan duduk saja, beliau akan mendapatkan uang yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Ada lagi sebuah cerita dari kampungku. Masih seputar tentang tanah. Bedanya ini adalah masalah harta warisan. Sang ayah meninggalkan harta berupa tanah untuk kedua anaknya. Ada beberapa pilihan tanah yang dijadikan sebagai harta waris dari sang ayah. Anak pertama lebih memilih tanah yang telah dibangun rumah yang kokoh, lebih praktis pikirnya. Dan anak kedua dengan ikhlasnya memilih tanah yang dijadikan lahan bercocok tanam sang ayah ketika masih hidup. Ia lebih memilih untuk melanjutkan aktivitas sang ayah sebagai petani.

Waktu yang panjang pun berlalu, hingga tiba hari dimana didekat tempat itu akan dibangun sebuah sekolah. Biasa saja setelah sekolah itu dibangun. Ia masih bercocok tanam, sedangkan istrinya membuka sebuah warung kecil yang menempel pada rumahnya sebagai asupan rejeki yang kedua. Cerita indahnya terjadi ketika ada kebijakan pemerintah bahwa anak SMP tidak diizinkan untuk mengendarai motor. Namun karena asal mereka itu sangat jauh, maka tidak ada pilihan selain mengendarai motor menuju sekolahannya.

Dan kau tahu teman, bahwa solusi agar mereka tetap membawa motor, mereka harus menitipkan motor itu kedalam sebuah tempat. Dan tempat itu adalah bagian dari tanah milik laki-laki yang lebih memiilih tanah kosong daripada tanah yang telah dibangun sebuah rumah. Semakin hari semakin banyak motor yang diparkirkan disana. Dan karena ketidakenakan para siswa yang hanya menitipkan motor disana, maka banyak dari mereka memberi uang kepada si bapak itu sebagai ucapan terima kasih atas tumpangan parkir selama mereka bersekolah. Bayangkan teman, bila ada 50 motor perharinya, dan uang sebagai ucapan terima kasih itu bernominal 1000 rupiah, maka hanya dengan duduk manis si bapak mendapatkan uang 1.500.000 setiap bulannya.

Subhanallah… Begitu indah buah dari sabar itu.

Saat kita berpuasa, kita dengan sabar menunggu waktu berbuka. Indah rasanya ketika mendengar azan itu. Azan itu seperti ucapan selamat dari sang Tuhan bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar dijalanNya. Bisa jadi karena azan itu kita menitihkan air mata sebagai syukur atas nikmatnya bersabar. Allah…. begitu indah Dirimu menciptakan sistem dalam kehidupan ini.

Teman, indah ya sabar itu…

Bagi kita yang masih berjuang tuk perwujudan mimpi, maka bersabarlah menjaga diri dari hal yang bisa menodai langkah. Nanti akan ada masa dimana kita akan menangis saat mimpi kita telah terwujud. Disaat itulah kita benar-benar menjadi manusia yang paling bahagia.

Saat kita masih muda, maka bersabarlah menunggu jodoh tanpa proses pacaran. Hingga nanti ada masa kita menemukan jodoh yang diciptakan Tuhan untuk kita. Dikala kita memeluknya sebagai pasangan halal, dikala itu pula air mata terjatuh sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan atas sabar yang telah berbuah.

Sabar itu memang sulit tuk dijalani, yang bisa kita percaya hanyalah keindahan diakhir setiap kita bersabar. Memang sabar itu belum terlihat saat kita bersabar. Tapi nanti akan tiba waktunya kau menangis dikala alam setelah dunia ini. Ya… dialam itu ayah, ibu, saudara-saudaramu akan dipanggil lalu disatukan dalam surga bersamamu. Ketika mereka bertanya: Tuhan kenapa kami dimasukan kedalam surga sedang kami berbuat banyak dosa. Tuhan dengan santunya menjawab: Semua karena satu dari anakmu yang bersabar menjaga dirinya dari dosa-dosa dikala dia didunia. Allah… Indah… Semoga kitalah yang dimaksud oleh Tuhan itu. Aamiin…

 

(@orirabowo)

Advertisements

8 thoughts on “Sabar.

  1. indah sekali ya sabar itu tapi tak semua orang menyadari keindahannya. semoga saya, anda, dan kita semua bisa menyadari betapa indahnya sabar itu, 🙂

  2. Intinya kesabaran itu akan indah pada waktunya 🙂 aamiin allahuma aamiin kita termasuk golongan orang yg sabar 🙂

  3. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin…
    Subhanallah… cerita yg kedua hampir sama dgn tetanggaku Ri, boleh ya cerita? 🙂
    Dulu di depan rumahku masih berupa sawah, tetanggaku (Bp. X) bekerja sbg petani di sawah tersebut. Suatu hari pemilik sawah itu menjual sawahnya, sehingga Bp. X tidak punya mata pencaharian lagi. Karena usianya yg tidak muda lagi & kesehatannya sudah menurun, beliau tidak dapat mencari pekerjaan di tempat lain, padahal beliau harus menafkahi keluarganya & masih mempunyai beberapa anak yg membutuhkan biaya utk sekolah… Akhirnya, istrinyalah yg bekerja dgn membuat & menjual kasur kapuk.
    Sampai suatu saat, sawah yg dijual tadi dibangun SMP, banyak muridnya yg membawa motor tp karena peraturan sekolah yg tidak mengizinkan siswa membawa motor ke sekolah, siswa2 itu menitipkan motornya di rumah Bp. X.. Semakin hari semakin banyak yg menitipkan motor di rumah beliau, alhamdulillah dari sanalah beliau mendapatkan rizkinya.
    Mungkin dulu Allah menguji beliau yg tidak punya pekerjaan, menguji beliau dgn sakitnya hingga sulit utk berjalan. Tp karena kesabaran beliau, Allah memberikan rezeki dgn cara tsb, hanya dgn duduk di rumah menunggu motor2 tsb…
    Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yg sabar, semoga kita termasuk dlm golongan tsb 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s