Belajar dari Anak Kecil

Akhir-akhir ini aku seperti dikepung oleh sesuatu. Ia seperti enggan melepaskanku tuk menikmati hal yang lain. Skripsi. Iya skripsi ini mengepungku. Mengepung pikiran untuk menulis, mengepung mata untuk melihat keindahan yang lain. Teman yang menemaniku serasa itu-itu saja. Laptop, secangkir kopi, dan tumpukan buku yang menyelimuti ruangan kamarku. Dan jejakku rasanya pun menginjak alas yang itu-itu saja. Kalau tidak dikamarku, perpustakaanlah yang menjadi tempat keduaku tuk berkutat dengan skripsi.

Jenuh rasanya. Mata tak kunjung berkedip, berfokus pada satu layar. Jemariku seperti telah hafal tuk menuju halaman yang kumau dalam buku-buku referensi itu. Dan kakiku pun rasanya telah hafal melewati ruang-ruang tuk menulis skripsi meski mata ku pejamkan. Jenuh itupun perlahan menggerogoti imanku. Iya…akhir-akhir ini imanku sedang turun seperti handphone yang tak kunjung dicas. Azan yang dulu selalu merdu buatku, serasa tak masuk merdunya kehatiku. Hampa. Sangat hampa.

Ingin sekali rasanya kutinggalkan sejenak skripsi ini. Tapi bayangan raut muka dosen pembimbingku selalu menghantui. Bukan itu saja. Bayangan orangtuaku pun, ikut serta mendatangiku seperti mendorong tuk cepat menyelesaikan skripsi ini.

Sore ini telingaku diganggu oleh segerombolan anak kecil yang asyik bermain. Mereka bermain dari siang dengan suara yang begitu nyaring. Suara mereka seperti alunan pengiring dikala jemari mengetik tiada henti. Tapi sayangnya suara itu tak merdu, bahkan sangat menggangguku. Ingin rasanya aku keluar dan mendatangi mereka tuk sekedar mengeluarkan apa yang ku keluhkan. Tapi anehnya suara itu perlahan menghilang. Mendadak sepi. Entahlah kemana mereka. Yang jelas itu membuatku sedikit tenang tuk melanjutkan perjuangan membuat tugas akhir itu.

Sekitar sepuluh menit dari nuansa itu, azanpun berkumandang pertanda waktu ashar telah datang. Kuhentikan sejenak tarian jemariku diatas abjad-abjad pembentuk kalimat itu. Lalu kulangkahkan kakiku tuk berwudhu dan kemasjid yang menjadi sumber azan itu. Ketika memasuki masjid, langkahku langsung terhenti. Mataku tercengang melihat segerombolan anak yang tadi bermain berdiri rapi didalam masjid. Butir-butir air wudhu jelas terlihat diwajah mereka seperti menghapus pekat keringat akibat bermain tadi.

Menangis. Iya…sore ini aku dibuat menangis oleh mereka. Betapa tidak, keseruan bermain mereka ternyata tak memudarkan hubungan mereka dengan Tuhan. Ada yang tak kuketahui ketika suara mereka perlahan menghilang. Rupanya mereka menyiapkan diri tuk berwudhu lebih awal dari waktu ashar yang telah ditetapkan. Mereka berlari riang ketempat wudhu dengan senda gurau. Lalu berdiri rapi menunggu azan dikumandangkan.

Subhanallah… terkadang memang pelajaran itu bisa datang dari siapa saja. Sekalipun itu dari anak kecil yang polos. Iri rasanya dengan mereka. Mereka bisa bermain riang namun tak melupakan Tuhan. Mereka bisa bersuara nyaring, tapi juga bisa menghentikan suaranya dikala azan berkumandang sebagai penghormatan untuk Tuhannya.

Teman. Percayalah banyak sekali fenomena yang diciptakan Tuhan agar kita mengambil pelajaran didalamnya. Terkadang Tuhan memberikan jawaban dengan suasana yang tak bisa kita logikakan. Terkadang kita mengeluh, kemana Tuhan kita itu, kenapa Dia seperti diam tak menjawab apa yang kita keluhkan. Padahal Dia selalu melihat dan mendengar keluh kesah hamba-hamba-Nya. Tapi sayang, kebanyakan dari kita tak peka terhadap apa jawaban Tuhan melalui lingkungan yang kita tinggali.

Tuhan, Sang pemilik kerajaan disemesta. Maafkan kami yang sering mengeluh. Padahal Kau selalu mengamati dan memberikan jawaban atas keluh itu. Buat kami cerdas tuk memahami jawaban-jawaban-Mu, Tuhan. Sungguh kami begitu polos dan masih selalu membutuhkan bimbingan dariMu. Mudahkanlah kami mengambil suatu pelajaran yang belum kami ketahui maknanya. Semoga Engkau selalu mengizinkan kami tuk selalu berada dalam jalan-Mu. aamiin…

Advertisements

6 thoughts on “Belajar dari Anak Kecil

  1. Aamiin ya Robbana.. 🙂 Tawadhu/rendah hati dan positif thinking mampuh mmbwt qt peka dan mau menerima plajaran dr siapapun itu yg bs mmbwt qt mngenal,dekat dg Allah..

  2. aamiin 🙂
    smoga kita menjdi pribadi yg slalu lbih baik dri hari2 sbelum.y..

    #like bnget cerita.y kak..penuh makna n pmbelajaran yg dpat d petik..
    trus berkarya dlam goresan penamu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s