Menikah Muda

Karena kepenatan yang menyelubungi otakku, kuputuskan kemarin untuk berjalan sejenak mencari kesegaran udara di tempat lain. Tidak ada yang spesial sebenarnya dengan perjalananku itu. Hanya saja disepanjang perjalanan mataku mendapati poster-poster bertuliskan “Sekolah Pra dan Pasca Nikah”, ada lagi yang bertuliskan “Nikah muda? Tak Perlu banyak Pikir!”. Tulisan ini tak ada sangkut pautnya dengan perjalananku kemarin. Tapi karena poster-poster itulah aku dapat membuat alur bagaimana tulisan ini.

Sudah bukan hal yang lazim memang melihat berbagai poster seminar tentang nikah. Banyak sekali. Bahkan majalah dinding kampus yang seharusnya berderet poster seminar keilmuan tergantikan dengan berbagai poster yang berintikan ajakan menikah. Enak ya tuk menikah sekarang, ada sekolahannya. Tidak tahu pastinya bagaimana alur sekolah itu, yang ingin kutuliskan disini adalah beberapa presepsi yang salah (menurutku) tentang menikah itu sendiri.

Ri menikah itu mengundang rejeki kan? | Benar. Benar sekali. Dengan menikah kita telah menyatukan dua jatah rejeki dari Tuhan. Bukan itu saja. Dengan menikah dua insan akan diselimuti dengan cahaya keberkahan, kebahagian, dan itu mengindahkan kehidupan.

Benar kan Ri menikah itu lebih baik dari pada berpacaran? | Sangat benar | Lantas apa permasalahan yang kau pikirkan tentang menikah muda? | Sejatinya tak ada yang salah dari menikah muda. Dia bersifat salah bila kau menikah berlandaskan niat yang buruk. Dia bersifat salah bila kau belum punya apapun tapi kau melakukannya. Dan dia akan bersifat salah bila kau mengacuhkan semua nasihat yang baik untukmu. Mari ku jelaskan satu persatu tentang itu.

>Dia bersifat salah bila kau menikah berlandaskan niat yang buruk. Kau salah niatnya bila menikah tuk menyedihkan kehidupannya, tuk mengambil hartanya, atau tuk sekedar melampiaskan nafsumu lalu setelahnya kau buang.

>Dia bersifat salah bila kau belum punya apapun tapi kau melakukannya. Harta memang bisa dicari. Tapi juga bukan berarti kau boleh menikah tanpa apapun. Yang paling parah itu adalah kau masih meminta uang dengan orangtuamu, lalu ingin menikah. Itu nekat nikah namanya. | Tapi orang tuaku mau kok Ri membiayai semuanya | Emmm… Tak jantan kau ini sebagai lelaki. Tuk para wanita, kusarankan hindari lelaki seperti dia ini.

>Dia akan bersifat salah bila kau mengacuhkan semua nasihat yang baik untukmu. Teman, bila kau telah diultimatum oleh kedua orangtuamu jangan menikah dulu, bersekolahlah dulu, sarjanalah dulu, kerjalah dulu, atau apapun itu kusarankan bersegeralah ikuti nasihat mereka. Sungguh nasihat orangtua itu adalah nasihatnya Tuhan. Mereka ada didunia sebagai wakilnya Tuhan tuk menyampaikan apa yang terbaik bagi kehidupanmu.

Dengarkan ini. Jauh dilubuk hati orangtuamu yang tidak kau ketahui, dan juga tak tampak dari wajah mereka, sungguh mereka menginginkan kau mempioritaskan keinginan mereka dari pada keinginanmu. Mereka ingin sekali berpoto denganmu dimana saat itu kau mengenakan baju wisudamu. Mereka ingin sekali menjadi orang pertama yang merasakan gajimu, meski tak dikatakan oleh mereka. Mereka tak mengatakan ingin ketanah suci, tapi kau harusnya tahu mereka ingin kesana. Mereka tak mengatakan kau harus membantu ibu dan ayah dulu tuk membayar hutang, tapi kau harusnya tahu maksud kata “bekerjalah dulu” itu.

Teman, banyak sekali diluar sana orang yang melanggar perkataan orangtuanya lalu kehidupannya tak bahagia. Apalagi yang menasihati itu adalah ibumu. Kau tahu, dulu ada pejuang yang ingin berjuang dengan Rasulullah tetapi Rasulullah tidak menerimanya? Ya… karena dia berjuang tanpa restu dari ibunya. Lalu Rasulullah mengatakan “Kembalilah pada ibumu. Lalu buatlah dia tertawa sebagaimana kau membuat dia menangis”.

Berjihad dijalan Allah itu wajib kan? Sama halnya menikah juga wajib kan? Tetapi Rasulullah tetap melarang kita tuk bertindak bila itu tanpa restu sang ibu.

Begini. Tulisan ini tak melarang kau tuk menikah muda. Silakan saja. Asal kau telah mampu menghidupi wanitamu itu. Atau tuk wanita, asal telah mampu tuk berperan sebagai ibu. Dan yang terpenting, asal kau telah mendapatkan izin dari orangtuamu. Bila belum, janganlah dilanggar bila tak ingin sengsara.

Teman. Yuk kita berdoa: Ya Rabb… mudahkanlah kami sebagai anak yang lebih mencintai orang tua meski nanti kami akan mencintai pendamping kami. Sungguh yang menjadikan kami sukses nantinya adalah orang tua kami. Dan pendamping kami hanyalah pengecap dari suksesnya kami. Izinkanlah kami tetap memuliakan orangtua kami hingga nafas terakhir kami. Dan yang terpenting, Ya Rabb… Mudahkanlah kami tuk bersegera menikah semuda-mudanya usia kami. aamiin.

Semoga bermanfaat.

(@orirabowo)

Advertisements

6 thoughts on “Menikah Muda

  1. Setuju ka ori.. segala sesuatunya harus dipersiapkan dan harus didasarkan atas restu dari orangtua kita,
    Artikelnya ka ori subhanallah deh.. 🙂

  2. aamiin…
    ga nyangka ori bakal buat tulisan jenis ini.. hehee..
    tapi aku setuju ri, sama kamu..
    RidhAllahi fii ridhal walidain, wa sukhtullahi fii sukhtil walidain. 🙂

  3. Mashallah..sangat bagus n menyentuh skali artikel ini,, ortu..aplg ibu itu mmg nmr 1..
    tp Maaf sblmnya..betul, jihad fi sabilillah itu wajib,, tapi menikah itu sunnah hukumnya..bkn wajib,, makasii

  4. Ekhemm.. Kayaknya ini tulisan dari lubuk hati yang paling dalam yas mas ori .. hehe.
    Terimakasih sharingnya, sangat Menginspirasi mas, semoga apabila kita nikah muda nanti, kita sudah dengan kesiapan yang dewassa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s