Kisah Cintaku

Ini adalah kisah cintaku. Tentang dua nama yang menghasilkan sebuah cerita. Tentang dua insan yang akhirnya memutuskan berpisah karena Allah.

Alhamdulillah, aku dipertemukan oleh Allah dengan seorang gadis yang teramat sangat baik. Parasnya, sifat, dan sikapnya sungguh menarik. Tapi dari kesemua itu, yang paling ku senangi darinya adalah ibadahnya.

Dia ini nurut sekali dengan apa yang kukatakan. Ku bercerita tentang duha, dia melaksanakannya. Ku ceritakan tentang tahajud, dia mengikuti. Ku kisahkan sebuah keajaiban sholawat, dia pun tak ragu tuk bersholawat. Indah rasanya saling mengingatkan kebaikan dengannya.

Tapi. Iya ada tapinya. Aku merasa seperti makhluk yang sangat rugi. Dikala aku menghimpun pahala, aku sendiri jugalah yang menghapusnya. Dikala hati mulai bersih, aku sendiri jugalah yang memperkeruhnya. Itu semua karena ikatan ku dengannya yang belum halal. Aku seperti laki-laki yang tak tahu diri. Aku mengajarkannya tentang duha, tapi aku pulalah yang menghapus pahalanya. Aku ajarkan tentang tahajud, tapi aku pula lah yang menyesatkannya.

Pikiran itu semakin hari semakin menerjang keras. Jiwaku berontak tak terhingga. Diwaktu cinta sedang membumbung tinggi, apa iya aku harus pergi. Dikala rindu yang mendamaikan, apa iya aku harus mengambil langkah ini. Langkah untuk memutuskannya. Demi dia. Demi kesucian ibadahnya. Dan demi Allah, Tuhan yang Maha atas segalanya.

Kuambil langkah pertama itu dengan doa. Aku ingat betul dikala itu aku berdoa: Tuhan, sungguh yang punya hati ini adalah dirimu. Aku tak mau menjadi pria yang seolah meluruskan jalannya, padahal aku menyesatkannya, yang seolah aku melindunginya padahal aku menghitamkannya. Tolong Ya Rabb, mudahkanlah lidah ini mengukir kata untuk mengatakannya, tapi juga tak menyakiti hatinya. Sungguh Engkaulah yang mahir membuat strategi kehidupan ini.

Ditempat yang berbeda, ternyata dia merisaukan hal yang sama denganku. Dia berpikir juga tentang kerugian mencari pahala, tapi kita sendiri yang menghilangkannya.

Tibalah dikala itu handphoneku berdering. Tak ada tanda-tanda sedikitpun bahwa itu adalah hari terakhirku dengannya. Pesan itu berbunyi: Sudah seharusnya kita berpikir lebih dewasa. Pahala yang kita kumpulkan seolah sirna, itu karena kita pacaran. Aku tidak pernah meragukan cintamu ke diri ini. Hanya saja kita harus segera mengakhirinya, sebelum Tuhan benar-benar jauh, dan merugilah kita bila kita sudah tak dilirik oleh-Nya. Kurasa kamu pun merasakan hal yang sama denganku…

Terdiam. Ya dikala itu aku hanya terdiam. Mulutku seolah sulit tuk digerakkan, menyusul pula kekakuan dari sendi-sendi yang lain ditubuhku. Β Sungguh tak pernah menyangka bahwa dia juga berpikir hal yang sama denganku.

Dikala itu azan berkumandang, seolah menyambut gembira keputusan dua insan yang kembali seutuhnya untuk Tuhan. Aku segerakan kaki ini kemasjidnya. Dan seketika aku bertakbir mengumandangkan “Allahhu Akbar”, air mata turun deras membasahi pelipisku. Entahlah… Seperti ada yang keluar dari kepala hingga ujung kakiku. Mungkin itu energi negatif atau mungkin juga keburukan yang berontak lalu pergi.

Dikala itu aku seperti dipeluk oleh Tuhan dan kembali menjadi manusia yang baru. Dan ini kujuluki sebagai pengalaman supranatural pertama dalam hidupku. Subhanallah…

————————————————————————————————————————–

Berat awalnya. Tapi itulah seninya berubah menjadi pribadi yang baik. Perlahan berat itu menjadi ringan. Sehari, dua hari, berhari-hari, berbulan-bulan aku tak lagi mendengar kabarnya, tak lagi juga mendengar suaranya.

Tibalah disuatu hari ada pesan darinya, setelah sekian lamanya tak lagi mendengar kabarnya. Aku menangis dikala itu. Aku menangis karena berhasil membuktikan janji Allah, bahwa siapa yang meninggalkan keburukan pasti Allah jamin hidupnya, dan akan Allah kabulkan doanya. Dan itu benar. Hari itu dia mengabarkan beasiswa yang dulunya selalu ditolak, kini telah diterima.

Subhanallah… sungguh aku takjub dengan keajaiaban itu. Aku dan dia malah mendapatkan keberkahan yang banyak setelah kami memutuskan tuk berpisah. Mimpi-mimpi yang dulu rasanya sulit terwujud, kini dengan mudahnya terwujud. Tuhan seolah turun langsung, memperhatikan, lagi memanjakan. Indah… sunguh indah…

Teman, putus itu berat. Seberat kau memikul dunia. Tapi setelah itu kau jalani, bukan hanya dunia, tapi juga semesta bisa kau miliki. Percayalah πŸ™‚

(@orirabowo)

Advertisements

46 thoughts on “Kisah Cintaku

  1. subhanallah..
    keren bgt cewenya. berani ambil keputusan yg terbaik. mudah-mudahan kalian dipersatukan lagi dgn ikatan pernikahan yg suci nantinya. aamiin.. it’s the most interest love story i ever red..
    terus berkarya ya rii πŸ™‚

  2. Subhanallah….
    Meng aamiin i comment mb astri…
    º΅άά♏iin..άά♏iin..άά♏iinΞ…ΒΊΒ°Λš

  3. subhanallaaaaaah..sangat menginspirasi kakak πŸ™‚ one day semoga hadiah dariNYA ikatan halal bagi kalian . Aamiin. πŸ™‚ tetap berkarya!

  4. Subkhanallah.. kisah cinta yang bertransisi menjadi kisah cinta yang sempurna. Artikel yang sangat bermanfaat untuk kita semua, semoga menjadi inspirasi untuk para generasi – generasi muda yang lagi di mabuk cinta. aku ingat buku because love never end πŸ™‚

      1. Oke Mas πŸ™‚
        Mas ori aku sangat suka dengan tweet mas. selalu mengingatkan tentang siapa yang menciptakan kita. Hehe
        Mas ori sekarang kuliah/udah lulus ?

  5. Kisahnya hampir sama dengan apa yang saya jalani…. Subhanallah, Maha Suci Allah.
    Allhamdullillah Allah beri petunjuk yang benar….

  6. Subhanallah
    Sangat menginspirasi kak…
    Tidak perlu takut dengan tidak adanya cinta dari lawan jenis (pacaran)
    Cinta Dari Allah Itu lebih berarti πŸ™‚

  7. Bener banget.. Saya juga mengalaminya sendiri.. Saat itu adalah kali pertamanya saya merasakan pacaran :D, ternyata Allaah SWT begitu sayang dgn hamba-Nya ini. Cuma seminggu langsung ‘end’.. hahaha Alhamdulillaah bersyukuuur banget maksiatnya ga kelamaan πŸ˜€

    Nyesel banget pas udahannya, krn terjebak juga dalam ikatan yg tidak diizinkan Allaah SWT 😦

  8. subhanallah ini hampir sama seperti yg saya alami, subhanallah. banyak hikmah πŸ™‚ semoga tulisan ini dapat menginspirasi teman2 yang lain. amiin

  9. makasih kak atas cerita nya sangat menginspirasi banget. πŸ™‚
    cerita kakak sama persis dengan cerita saya, semoga saya istiqomah, setelah membaca cerita kakak saya baru sadar barang siapa yang meninggalkan keburukan pasti Allah akan menjamin hidupnya, saya juga memutuskan untuk berpisah karna Allah :-). terima kasih kak sekali lagi, terus berkaya yaa kak. πŸ™‚

    1. Oya?
      Tapi pasti masih bagusan cerita punya saya :p
      bener bgt tu barang siapa yang meninggalkan keburukan pasti Allah akan menjamin hidupnya, makasi ya πŸ™‚

  10. Subhanallah ,,, sungguh pengorbanan yg indah ,,, keindahan hidup antara 2 Insan atas jarak yg membaikkannya,,, .

  11. As.. W.w. Kk, saya boleh mnta no hp nya kk ori, maaf ni sebelum nya..kami dari asrama ada penyeluhan ke sma”, buat mempromisiin supaya tertarik kuliah di jogja, jadi, ntr kami akan bikin seperti buku, ntar di bagian religi nya,mau mnta tlg, mau nanya” sama kk ori. Syukron kk. Wasalam.

  12. Ngerasain juga . Berat awlnya tp tetap yakin ini jalan dari Allah..rencana Allah pasti yang terbaik utk kita.aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s