Beasiswa Via Masjid

Jumat kemarin, tepatnya tanggal 8 November 2013, atas izin Allah, aku dan kedua saudaraku melangkahkan kaki ke Masjid Jogokaryan, Jogjakarta, dalam rangka tahajud bareng Uztad Yusuf Mansur. Tahajud itu seperti terhajud terindah dalam hidupku. Kenapa tidak, malam itu aku bersama ribuan orang yang bertujuan sama, mengharap rida sang ilahi disaat hamba yang lain masih pulas dalam tidurnya.

Selepas tahajud dan solat subuh, sang uztad memberikan tausiyah sedikit mengenai keajaiban masjid. Tausiyah itu diawali dengan sepenggal kalimat dari pertanyaan salah satu follower beliau di twitter, yang bertanya tentang “link beasiswa ke Jepang”. Dengan kalimat yang tidak diharapkan oleh penanya, beliau menjawab “Linknya di shaf pertama dalam masjid”. Begitulah kira-kira jawaban beliau.

Beliau menambahkan, tidak ada kepastian yang paling pasti kecuali kepastiannya Allah. Allah tidak akan diam, Allah itu Maha Pemalu bila ada hambanya yang meminta padanya tapi Dia tidak mengabulkan permintaannya. Kalian bebas meminta beasiswa kemana saja yang kalian mau. Tidak perlu membawa CV, tidak perlu membawa proposal, tidak perlu biaya sedikitpun, asal kalian meminta beasiswa itu dimasjidnya Allah.

Disalah satu sudut masjid itu ada seorang laki-laki yang menangis terseduh mendengarkan tausiyah pagi itu. Dan akulah laki-laki itu. Setiap kata yang keluar dari mulut beliau seperti menceritakan diri ini. Kalimat beliau mengingatkanku lagi bagaimana proses aku mendapatkan beasiswa untuk S1 ku.

Sedikit info, Alhamdulillah aku ditempatkan oleh Allah ke universitas swasta yang pertahunnya aku harus membayar sekitar 10 juta. Dulu, ketika aku menceritakan kepada saudara dan orangtuaku tentang bisakah aku kuliah hingga tamat dengan keadaan keluarga kita yang seperti ini, mereka menjawab dengan optimis, pasti ada jalan, walau itu keras, walau kita harus mengutang sana sini.

Disemester kedua, mulai terasa betapa beratnya mencari 10 juta untuk pembayaran kuliahku. Betapa terpukulnya aku saat mendengar cerita dikampung bahwa motor yang dalam kesehariannya mengantarkan ibu kepasar harus dijual demi mimpi S1 ku. Saat itu aku terdiam. Hanya bisa menghela nafas seperti sudah tak sanggup arungi mimpiku ini lagi.

Dulu, ketika aku tak diterima di universitas idamanku, aku hanya berbicara dalam hati pada Allah, “Ya Rabb, bila ini memang jalanku, tolong biayai kuliahku hingga ku tamat. Biaya disini sangat mahal. Sudah tak mungkin rasanya aku kuliah. Tapi aku tetap akan berani bermimpi selama Kau masih hidup. Dan aku tahu bahwa Kau tak akan pernah mati”.

Ketika semester awal, entah kenapa rasanya begitu damai datang kemasjid. Solat disana seperti merasakan Tuhan benar-benar nyata. Aku bebas meminta disana. Bebas mengutarakan keluhku tanpa sedikitpun halangan.

Lama-kelamaan hubunganku dan Tuhan berangsur membaik. Begitu harmonis. Begitu romantis. Dan puncaknya adalah ketika aku berada disemester ketiga. Ketika itu aku ingat sekali, aku baru selesai melaksanakan solat ashar. Didalam masjid itu, rupanya ada yang mengamatiku setiap kali aku solat disana. Dia adalah Prof. Fauzy, salah satu guru besar di kampusku.

Beliau mencari data tentangku melalui abang angkatku, Lutfi Chabib. Beliau menanyakan nama, asal, prestasi, dan IPK. Rupanya beliau ini mengusulkan namaku sebagai penerima beasiswa unggulan dari DIKTI. Subhanallah…

Singkat cerita, dengan proses panjang aku dinyatakan layak menerima beasiswa itu. Dan yang membuatku menangis haru adalah beasiswa itu membiayaiku hingga aku tamat. Allahhu Akbar…

Ketika itu aku masih tak percaya bahwa masjidlah sebagai media pertemuanku dengan guru besar itu.

Teman, indah bila kita bermimpi dengan mengandalkan Tuhan dan masjid sebagai mediator peluluh hati Tuhan tuk mengabulkan doa-doa kita.

Cobalah 🙂

(@orirabowo)

Advertisements

30 thoughts on “Beasiswa Via Masjid

  1. Setuju sekali kalau kita libatkan ALLAH di semua urusan Insya ALLAH akan mudah. Saya sdh bnyk mengalaminya dari sejak kuliah dari semester 3 s/d selesai dpt beasiswa dan bahkan sampai dengan skrng pun sudah banyak keajaiban yang saya rasakan dari sedekah seperti kata Ustadz Yusuf Mansur. Jangan ragu ALLAH akan membantu ummatnya dan jangan berbuat dosa karena dosa penghambat doa kita dikabulkan.

    1. Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

      “Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)

  2. Subhanallah… nice post. Bahasanya mengalir dan meninggalkan bekas2 kesegaran bagi tempat yg dilaluinya. Setuju, apapun cita2 nya, Allah tempat meminta. Bagi perempuan,jgn kuatir…keutamaan sholat bagi pria mmg ke masjid. Keutamaan sholat bagi wanita di rumah, di dlm kamar, mintalah pada Allah dgn terlebih dahulu ada usaha tentunya.jika tdk sesuai permintaan, Allah Maha Tahu yang terbaik utk hamba-Nya.

  3. Saya nangis baca kisah kamu. Subhanallah.. inget gimana sy masih dibiayai orang tua sampe sekarang. Sangat memotivasi cerita kamu. 🙂

  4. subhanaullah…
    sebagai mana allah telah berfirman “Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka kesungguhannya untuk dirinya sendiri”
    Ketika di dalam hati muncul niat baik untuk membahagiakan orang tua,dan ketika itupula curahan doa orang tua selalu mengiringi usaha kita rasa mustahil kalau allah tidak akan mengabulkannya.

    teruskan perjuangan mu akh,islam itu juga mengajrakan kita untuk giat mencari ilmu dan allah menggagumi pemuda seperti anda,dan kita semua yang sedang giat mencari ilmu sebagai bekal dunia dan akhirat kita.

    saya merasa cocok dengan pemikiran mu akh.
    saya juga berharap kelak kita bisa di pertemukan dan cerita banyak hal mengenai perjuangan kita kuliah saat ini.

    syukron.
    Tezar Muara Enim 🙂

      1. iyo ka..bangga atas perestasi pemikiran mu yg mampu menginspirasi banyak orang di usia kk yg tergolong muda.. berharap ketika kk mudik ke tanjung enim biso sharing ilmu samo kk. 🙂

  5. maaf baru sempat log in ka..rumah kk bae adek dak tau ka.
    biso mintak nmr hp dak ka? kirim bae ke FB aku.
    ditunggu yaa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s