Sekolah S3 Via Masjid

Tulisan kali ini akan menceritakan sebuah perjalanan dari seseorang yang hebat. Cerita ini adalah kisah nyata. Sungguh tak ada alur fiktif didalamnya. Dengan mata yang kumiliki, aku melihatnya, dengan telinga yang kupunya, aku mendengarnya.

Di Jogjakarta ini alhamdulillah aku selalu dilingkari dengan orang-orang yang hebat. Yang tetap menjadikan Allah sebagai penyemangat utama dalam bermimpi. Mungkin terlalu klasik bila ada seorang yang tak mampu bisa mengejar cita-citanya. Tapi ini tidak, dia tidak hanya mengandalkan semangat, tapi juga mengkombinasikan antara mimpi, aksi, dan Tuhan.

Sudah lama sebenarnya aku mendengar rencananya tuk melanjutkan sekolah hingga program doktoral. Awalnya dia ingin sekali menikmati nuansa sekolah di Austria. Tapi kalian tahu apa yang paling dia takuti?. Dia takut bila tak lagi mendengar suara azan. Dia takut bila tak lagi membawa langkahnya ke masjid.

Ya. Bila dia ditanya apa hobinya, jawabannya adalah pergi ke masjid. Setiap mahasiswa yang mau bimbingan dengannya, mau konsultasi dengannya, kalian tahu dimana tempat ketemunya?. Ya masjid. Bahkan dia meninggalkan waktu mengajarnya sejenak saat azan telah berkumandang. Subhanallah..,

Aku ingat betul. Saat itu aku menemaninya ke Universitas Gadjah Mada demi mimpi besarnya itu, mendaftar program S3. Pendaftaran itu terhalang karena belum adanya pengumuman dari Dikti tentang lolos atau tidaknya beasiswa yang dia ajukan. Kalau tidak lolos, dia harus membayar S3 dengan uangnya sendiri. Tapi tidak mungkin. Biayanya sangat mahal.

Ketika itu kalian tahu apa yang terucap dari mulutnya?, “Sudah, nanti mas ke masjid dulu. Ngadu sama yang punya beasiswa. Insyallah nanti ada jalan”. Iya, masjidlah tempat pengaduan keluh kesah terbaik di semesta ini. Tuhan selalu siap mendengarkan keluh yang menyelimuti hamba-hambanya.

Tibalah hari jum’at setelah pergantian beberapa hari dari hari pendaftaraan itu. Sesaat sebelum azan berkumandang beliau ini sering membantu ibu angkat kami yang bekerja sebagai penjaga tas mahasiswa yang solat jum’at. Setiap kali dia mengangkat tas mahasiswa disana, dia selalu berdoa agar mahasiswa itu dipermudah jalannya. dilancarkan bayar SPPnya, dan barokah untuk dosen-dosennya.

Singkat cerita, setelah dia selesai menunaikan solat jum’at, masuklah sebuah pesan dari staf fakultas. Pesan itu berbunyi “Selamat Lutfi Chabib.  Beasiswa S3 yang Anda ajukan telah disetujui”. Seketika itu dia langsung menuju tempat ibu angkat kami dengan air mata yang mengalir. Dia sujud syukur diantara tumpukan tas disana. Ibu angkat kami itupun memeluknya dengan airmata lalu mendoakan penuh dengan kekhusyukan.

Subhanallah… Sungguh Allah tak akan diam. Tak akan rela hamba yang mendekatinya mengeluh lemah tak berdaya.

Bermimpilah sesuka kalian. Lalu bawalah mimpi itu ke masjid-masjidNya sebagai tanda keseriusanmu dalam bermimpi…

Tulisan ini aku dedikasikan untuk saudara hebatku @lutichabib atas beasiswa yang diraih, Semoga selalu istiqamah dijalan Allah swt. aamiin.

by: (@orirabowo)

Advertisements

27 thoughts on “Sekolah S3 Via Masjid

  1. terimakasih sudah banyak menginspirasi.
    Ada banyak yang ingin saya utarakan saat membaca tulisan anda,
    entah , seperti ada sesak didada , haru, dan campur aduk.
    Rasanya hidup begitu indah saat dekat dengan Allah.
    terimakasih

  2. Subhanallah :’)
    suka banget kata-kata yg di pakai dalam mengungkapkan sesuatu dlm bentuk tulisannya. dan perumpamaan yg dipakai untuk mengucapkan syukur kepada Allah swt.
    sungguh menginspirasi banyak orang 🙂
    sungguh indah rencana Allah untuk hambanya 🙂

    1. Terima kasih Malisa… Allah lah dibalik tulisan ini. Indah rasanya saat banyak bersyukur lalu dituangkan di sebuah tulisan.
      Silakan disebarluaskan ya Melisa , biar nambah ilmu untuk yg lainnya 🙂

  3. Subhanallah, Allah hu Akbar….

    Tulisan kali ini membuat aq menangis seperti ny bisa mrasakan perjuangan mas lutfi chabib,, sukses buat mas lutfi chabib,, smoga aq , temen2 skali dan ori juga bisa mencapai doktor di keahlian kita msg2 aminnnnn…
    Salam sya dri yg pernh ikut seminar beliau di banjarbaru 🙂

  4. hanya bisa terpaku dan terdiam saat membaca tulisan2 mu tman,, smga kelak kita mendapatkan apa yang telah kita cita2kan. aminnn

  5. Subhanallah..
    Semoga jd inspirasi bwt semua Ýang ingin hajat nya di kabulkan Allah
    With Allah nothing is impossible..

  6. subhanallah maha besar Allah atas segala ciptaan dan rencananya yang tidak kita ketahui, aku terinspirasi ketika baru membuka blog anda, yang ku dapat dari temenku UII, sungguh rencana Allah lebih baik dari apa yang kita harapkan, kuingini mengenali diri anda

  7. sudah berkali-kali aq baca tulisan ini ri, dan saat baca ulang pasti air mata ini me ngalir seperti ada rasa ketika membca tulisan rasa perjuangan beliau , subhana
    llah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s