Kesalahan Berpikir Mahasiswa

Mungkin kalian semua akan menerka tulisan ini mengarah pada gambaran mahasiswa pada umumnya. Kuutarakan saja langsung, bukan, tulisan ini tidak akan memaparkan tentang kesalahan mahasiswa berpikir tentang negara, politik, aksi, dan sebagainya. Tulisan ini kumaksudkan untuk membenahi tata cara berpikir kita semua mengenai kehidupan ini.

Aku menyoroti banyak dari teman-temanku terdahulu yang salah cara dalam menunjukkan kehebatan diri pada dunia. Ada yang dulu kukenal diam, islami, sekarang mengiyakan pacaran. Wanita yang kukenal dulu baik, sekarang menjadi model yang rela dipoto dengan busana yang tidak diridai Tuhan lalu bangga dengan keeksistensiannya. Ada juga teman pria yang menjadi photographer dengan target poto wanita-wanita yang berbusana tak layak.

Andai mereka tahu bahwa seorang wanita yang menjadi model dengan busana mengumbar aurat, atau seorang photographer yang memoto dan melihat wanita dengan busana yang tidak layak sama halnya dengan seorang penjual bir, penyebar bir, peminum bir, dimana mereka masing-masing akan mendapatkan dosa.

Ada juga alasan dari beberapa teman yang mengiyakan pacaran karena mereka sekarang adalah mahasiwa dimana sangat dekat dengan jalur menuju pernikahan. Padahal kita tahu bahwa tidak akan ada yang mengawasi kita secara intens, apalagi kita yang ada diperantauan, sehingga tidak heran banyak dari wanita yang telah hilang kesuciannya, atau banyak dari mereka yang berpacaran terseret alur zina dan maksiat.

Andai wanita dan pria tahu bahwa mereka tak harus punya pacar untuk menjaga atau menenangkannya dirantau. Mereka dan kita semua hanya membutuhkan Allah, dimana Beliau tidak hanya menjaga atau menenangkan tapi juga melesatkan kesuksesan saat kita benar-benar bersandar pada-Nya.

Teman, jika kugambarkan alur tingkatan hidup kita itu mungkin seperti ini: SD-SMP-SMA-MAHASISWA-SUKSES. Terserah kalian mau menggambarkan sukses itu seperti apa, yang jelas kita benar-benar dekat dengan point “sukses” setelah proses kuliah ini. Kalian tahu bahwa proses sukses itu bisa jadi menjauh beribu kilometer saat kita berbuat yang tidak disukai Allah?. Bisa jadi Allah telah menggariskan kehidupan yang sangat layak untuk kita, tapi perlahan Dia menghapus garis itu karena perbuatan yang mengecewakan-Nya, bahkan cenderung merendahkan-Nya.

Silakan saja bermimpi sesukamu seperti kau mengartikan bentuk awan diatas kita. Namun bermimpilah yang disukai Tuhan serta melibatkan Dia dalam proses mimpimu. Paksakanlah diri untuk menghindari apa yang Dia benci dan melakukan apa yang Dia suka. Sungguh perwujudan mimpi itu telah nyata didepanmu, jangan sampai dia  menjauh karena perbuatanmu. Berpikirlah…

Semoga bermanfaat 🙂

Untuk bersilahturahim dengan saya: Follow saya di twitter @orirabowo 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Kesalahan Berpikir Mahasiswa

  1. “Paksakanlah diri untuk menghindari apa yang Dia benci dan melakukan apa yang Dia suka” suka bgt dg kalimat itu ,akan selalu di ingat agar tak salah langkah. Terimaksih ori atas tulisan2nya yg selalu mengingatkan dalam kebaikan dan keajaiban dari berbuat baik.. 🙂

  2. benar sekali, kenyataan yang memang banyak terjadi saat ini, butuh niat yang kuat untuk bisa memaksakan diri, sebelum semua benar2 terlambat.. mksh ori 🙂

    1. Halo Adicasi, welcome to myblog ;).
      Iya niat dg paksaan diri yg kuat, cuma itu satu2nya tuk menghadapi dunia ini sekarang. Terima kasih ya 😉

  3. Sebab kita tiada mengetahui segala punca, berakhirlah kita dalam dosa. Semoga Allah Taala ampunkan kita…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s