Berpositif dalam Taubat

Teman, beberapa minggu yang lalu ada yang menanyakan tentang taubat padaku. Dia ragu akan kebenaran taubat yang dilakukannya karena dosa yang dia rasa sudah meliputi bumi dan langit ini.

Cerita yang dia paparkan adalah tentang dosa yang dia lakukan dengan lelakinya sewaktu mereka berpacaran. Sungguh berdetak hati ini ketika dia menganggap aku sebagai penasehat yang paling dipercaya olehnya. Padahal kami tidak saling kenal, tidak pernah bercakap sebelumnya. Subhanallah, sungguh Allah-lah yang memperjalankan ini semua.

Aku tak akan mengungkapkan detail dari ceritanya. Aku hanya akan meluruskan pikirannya, yang mungkin juga pikiran kita semua tentang taubat.

Teman kau tahu, Tuhan kita itu sangat Baik. Di Al-Qur’an, hampir setiap kalimat tentang azab yang pedih, Allah selalu menyebut “Sungguh Aku Maha pengampun dan penyayang” yang menandakan betapa baiknya Dia pada kita. Bahkan kalian tahu kisah fir’aun dulu?

Dulu ketika zaman jahiliyah, Fir’aun mengaku dia adalah Tuhan untuk semua umat pada masa itu. Suatu dosa yang amat dibenci oleh Allah. Bahkan bukan itu saja, dia mengiyakan zina dan maksiat dimana-dimana. Setiap insan yang tidak mempercayainya, tak ragu dia akan membunuh orang itu. Astagfirullah…

Tapi kalian tahu teman, sampai akhir hayatnya, manusia yang paling zalim itu tetap ditunggu oleh Allah untuk bertaubat. Diakhir nafasnya, dia mengakui Allah lah Tuhan sebenarnya, tapi sayang, mati lebih cepat mendatanginya daripada lafaz pengakuannya tentang Allah itu. Subhanallah… sungguh Allah lah yang paling setia disemesta ini dalam menunggu hamba-hamba-Nya sampai kembali pada jalan-Nya.

Kita yang pernah melakukan maksiat, kita yang pernah melakukan zina, bertaubatlah dengan kesungguhan. Bertaubatlah dengan penyesalan yang teramat dalam hingga air mata mengucur deras membasahi kedua bola mata. Bertaubatlah dengan sebenarnya taubat, dan memaksakan diri untuk tak lagi menuju jalan hitam itu. Tinggalkanlah pacar sebelum kau sudah tak lagi berharga, tinggalkan zina sebelum Allah memalingkan muka.

Tenang, sekelas fir’aun saja Allah masih mau menunggu taubatnya, apalagi kita. Seberapa Fir’aun-kah kita? Tidak kan?. Jadi, percayalah akan taubat yang kita lakukan. Semoga Allah selalu melindungi hati dan pikiran kita semua. aamiin ya robbal ‘alamin.

Advertisements

9 thoughts on “Berpositif dalam Taubat

  1. Dan tak ada kesempatan yg hilang selagi manusia bersungguh2 bertaubat, Allah Maha Pengampun, subhanallah, kdg jalan terjal yg mmbw kita kembali mengingat-Nya :’)

  2. Subhanallah, bagus sekali artikelnya mas ori 🙂

    ceritanya hampir mirip dengan suatu kisah dari teman saya, saya ingin diskusi sesuatu berkenaan artikel ini, apakah kita bisa saling email untuk diskusi selanjutnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s