Pelukan Termesra

Ini ceritaku ketika aku berada ditengah-tengah mereka. Libur tiga minggu yang lalu kujadikan alasan kuat untuk merasakan damai bersama mereka. Mereka yang kujadikan alasan untuk tetap bermimpi. Mereka yang mengenalkanku pada dunia secara utuh.

Dirumah, mata ini selalu menyoroti proses sang mama bekerja demi kehidupan. Bangun fajar, menyiapkan perlengkapan, lalu berjualan sarapan. Kemudian malamnya beliau menyiapkan semua tuk fajar berikutnya. Pemandangan ini tak kunjung berubah sedari aku dini hingga aku dewasa seperti saat ini. Seolah menjadi ciri khas dari kehidupan keluarga kami.

Semenjak papa pensiun, ada perubahan asupan finansial dikehidupan kami. Tapi indahnya dari keluarga ini, sesulit apapun masalah yang datang, tidak pernah mengendapkan senyum ceria kepada duniaKami tetap percaya bahwa Sang Khalik selalu memperhatikan. Selalu menyiapkan media distribusi rejeki terbaik tuk kehidupan kami.

Kebiasaan dari kami, kami selalu meluangkan waktu untuk saling bercerita. Banyak cerita sebenarnya saat aku ditengah mereka. Tapi ada suatu cerita yang membuat diri ini diam seribu bahasa. Seolah menampar diri saat aku mengeluh pada dunia.

Malam itu sang papa memulai untuk bercerita. Saat masa pembayaran SPP-ku, pernah mereka pada keadaan jalan buntu untuk mendapatkan uang. Meminjam sana-sini, mengunjungi sanak keluarga, dan jalan lainnya demi kelanjutan mimpiku. Sayangnya kesemua jalan itu hanyalah menghasilkan keringat, bukan menghasilkan apa yang diharapkan.

Pada saat kejadian itu, mereka hanya bisa duduk saling pandang tak berdaya. Hanya keringat yang menjadi saksi betapa beratnya perjuangan yang ditempuh. Keringat yang seolah sebagai pengantar keluh kepada Tuhan saat mulut sudah tak mampu lagi bicara.

Ketika itu tiba-tiba handphone mereka berdering pertanda pesan masuk. Sengaja aku kirim kesemua keluargaku tentang pesan itu. Pesan yang mengabarkan bahwa aku mendapatkan beasiswa unggulan. Beasiswa yang meng-gratiskan semua biaya kuliahku. Itu artinya, mama papa-ku tidak perlu bersusah payah lagi mencari dana demi kuliahku.

Seketika itu pula air mata mereka keluar tak terbendung, menutupi keringat yang telah terlebih dulu menghinggap. Papa mengatakan padaku, “Tahu tidak nak, saat itu papa dan mama saling berpelukan. Pelukan termesra yang tidak pernah kami rasakan sejak kami menikah”. Mendengar itu nafasku seolah terhenti, airmata pun mengucur deras bahasi pelipisku. Ternyata bagi mereka pesan singkat itu bukanlah pesan biasa, pesan itu seperti pesan dari surga. Pesan yang dikemas langsung oleh Allah untuk jiwa yang mengeluh pada-Nya.

Subhanallah..sungguh tidak akan kulupakan malam itu…

Untuk bersilahturahim dengan saya: Follow saya di twitter @orirabowo 🙂

Advertisements

40 thoughts on “Pelukan Termesra

  1. assalamu’alaikum… ShobaaHul khoir 🙂
    pokok’e sing semangat ri, Ok! 😉 Gusti Allah slalu ada koq dhati kamu, ya kan…
    “Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi”
    wassalamu’alaikum…

  2. Allahuakbar , indahnya rencana-Nya
    air mata ini ikut serta mengalir saat membacanya karna teringat kejadian “menangis berkali-kali” saat musim bayar spp itu datang dan penolkan beasiswa yg blm juga ku dapatkan
    Allahumma sholli’alaa sayyidinaa Muhammad wa’ala ali sayyidinna Muhammad

    1. Hei kita teman seperjuangan ya La… jangan lelah bermimpi dan berharap pada Tuhan La. Pasti ada-ada saja celah tuk dapatkan beasiswa. Tolong kabari aku kalau da dapat ya, insyallah bakal ditulis diblog ku 🙂

  3. insyaAllah mohon doanya 🙂 sungguh dulu aku pernah akan mengakhiri mimpi ku ini tapi beruntung punya Allah sbg penolong kelanjutan mimpi ku saat ini hingga diri ini msh bisa berdiri disini. txs ya ri ini tulisan mu udah menampar dan membuat ku nangis bombay #bersyukur

  4. Lanjutkan ri, cerita yg menginspirasi djln Allah,, air yg keluar dri mata ini ikut mengalir membca certa ini.. Sngguh tak akan tahan air mata jka ssorng bercrta ttg ayah dan ibu nya :’)

    1. Siaap.. selalu dilanjutkan Yanti ;). Doakan ya biar segera menulis tentang yg lainnya.
      Cuma orang yg tak tau diri yf tdk menangis saat menyaksikan perjuangan orangtuanya. 🙂

      1. Yaa saling mendoakan utk kebaikan,, smoga slalu di beri gusti Allah kesehatan buat ori dan semua muslim, biar bsa slalu berbgi ilmu 🙂

      1. iya sama-sama kak 😀 Amiin YaAllah. salam ya kak untuk kakak-kakak UII yang lain, main-main lagi ke UI kapan-kapan hehe

  5. Subhanallah, duh, ga berasa air mata jadi ngalir gini. jadi inget perjuangan ibu untuk menyelamatkan nyawaku waktu aku terbaring kritis di rumah sakit. waktu itu banyak yg bilang mungkin aku ga akan bisa terselamatkan lagi, tapi ibuku sama sekali ga menyerah, bahkan mengeluhpun tidak. Beliau selalu menyemangatiku dan meyakinkanku bahwa aku pasti bisa sembuh. padahal aku tau kalo ibuku sama sekali ga punya uang untuk bayar biaya rumah sakit. apalagi biaya yg harus dikeluarkan tidaklah sedikit. tapi Alhamdulillah karena ibu karena Allah SWT juga tentunya, sampai sekarang aku masih bisa bernafas bahkan bisa hidup normal lagi seperti dulu. eh, maaf jadi curhat gini. hehehe
    yang jelas tulisanmu ini benar2 inspiratif, keren deh pokoknya. di tunggu ya kisah2 inspiratif laainnya. 🙂

  6. ori tau gak? dulu pertama kali ketika ori dapet beasiswa, mba juga sedang mencoba beasiswa itu. siang hari mb ke rektorat nanya pengumuman penerima beasiswa. waktu mb sebutin nama mb ternyata mb gak keterima . mungkin belum rezeki mb kali y .hehe . terus mb iseng nanya ke bapak2 yg jaga loket . mb sebut nama ori dan ternyata dapet. wu terharunya bukan main punya jamaah pinter kyk ori. mb aja udah terharu gt apalagi ngebayangin papa mama ori waktu dnger berita itu ya. alhamdulillah tetep belajar yg baik y ori. cepet lulus cepet kerja n bisa bntuin mama nyari duit 🙂 semangat!

    1. Subhanallah…aku ga pernah tau loh mb kalo namaku sampai rektorat.hehehe.
      Makasi ya mb… jangan putus asa.. pasti ada jalan tuk dapatkan beasiswa.
      Doakan aku selalu ya mba… sukses buat mu… 😉

  7. jadi ingat dgn perjuangan ayah dan ibuku saat menguliahkan aq dulu, Subhanallah selalu ada pertolongan Allah SWT.. selalu Doa kan ibu bapak kita yah,, trmksh ori tulisan’a selalu mengingatkan.

  8. salam kenal mas ori ,, hehe
    udah banyak saya baca” tulisan di blog mas ori ini, dan gag bosen baca lagi dan terus baca lagi yg postingan terbaru karena isinya menginspirasi bagi saya , 😀
    apalagi yg ini ,, saya bacanya terharu dan sampai menitikan air mata .
    langsung saya teringat wajah kedua orang tua saya, semua raut muka mereka saat tertawa, marah, sedih , gembira, kecewa, tidur , bahagia, jadi satu ,,dan raut muka yg tak pernah berganti adalah raut muka sayang dan cinta yg tulus kepada anak-anaknya . jadi menambah motivasi “jangan sampe buat mereka kecewa” karena perjuangan hidup mereka paling besar untuk anak-anaknya .
    entah kenapa sampai aja pesan yg mas sampaikan ke pembaca ( saya ) , tulisan ini bernyawa mas,, hehehe
    terimakasih mas sudah menulis tulisan” menginspirasi ini , semoga kesuksesan selalu mengikuti arah dan langkah kaki mas ori .. Allah Menyertai perjuangan hidup Hambanya yang tak pernah lupa akan namaNya … aminnn

    1. Ya Allah sangat tersanjung didoakan seperti itu. Terima kasih… semoga Tira sekeluarga selalu mendapatkan kedamaian dari Allah tuk hidup dan kehidupannya.
      Jangan pernah letih bermimpi dan wujudkan keinginan orangtua.. senyumnya orangtua adalah kunci surga.
      Sukses untukmu Tira 😉

      1. aminnnn , makasih mas doa nyaa ,,
        insyaAllah kunci itu selalu dikejar sampai akhir hayat ,, aminnn
        sukses juga buat mas ori ,, semangat !! fighting ! 😀

  9. Subhanallah…wonders scholarships !!
    ingin sekali aku kuliah nanti seperti kk dpet beasiswa :’) aamiin
    pengorbanan orangtua sangat hebat. aku ingin membahagiakn orangtua ku dengan prestasiku. Masyaallah..semoga bisa ya nanti dpt beasiswa dan diberikn kecerdasan 🙂
    Sukses terus kak ! semoga dpat memberi motivasi lagi buat aku dan teman” lainnya 🙂
    syukran 😀

    1. Ya Allah kabulkan doa adikku Ningsih ini. Percepat proses terkabulnya keinginan darinya. Dari ingin mendapatkan beasiswa hingga membahagiakan kedua orangtuanya. Muliakan hidupnya, serta lindungilah dia dari berputus asa dalam mengharap kepada-Mu. Aamiin…

  10. Subhanallah….
    Dalam 1 kesulitan ada 2 kemudahan
    Konsep ust Yusuf mansur dlm menghadapi kesulitan : اَللّهُ dulu, اَللّهُ lagi, اَللّهُ terus krn setiap kita memenuhi janji kita terhadapNYA niscaya DIA akan penuhi janjiNYA thd kita
    Terimakasih cerita yg kesekian yg menginspirasi banyak org ˆ⌣ˆ
    Semangat!!!

  11. ngebaca ini saya jadi ingat gimana perjuangan ortu pergi pagi pulang sore bahkan terkadang harus pulang malam, setiap hari bolak-balik dari rumah ketempat jualan yang cukup jauh jaraknya hanya agar anaknya bisa kuliah sampai jadi sarjana, agar anaknya juga bisa tetap nyaman walau di kota orang, tidak kekurangan uang jajan.

    1. Subhanallah… perjuangan orangtua emang tiada duanya. Semangat terus ya Gina.. selalu beri penghormatan tinggi atas perjuangan orangtua.
      Sukses untuk kita..aamiin..

  12. MashaaAllah… Walaupun saya bukan anak dr orang tuanya mas… Saya ikut menangis membacanya… Sungguh terharu dan bener2 pukulan buat saya yg selalu mengeluh ini itu.. Jangan berhenti nulis yah mas.. Semoga barokah 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s