Berkomitmenlah

Hari ini entah kenapa hasrat untuk menulis tentang ini sangatlah besar. Sedikit risih sebenarnya dengan mereka yang mengotori timeline atau dimanapun ruang yang mengumbar kesalahan dalam pemaknaan cinta. Ya, tulisan ini berintikan tentang cinta yang salah akan maknanya.

Teman, aku tahu, aku pun sepertimu. Aku juga termasuk orang yang tidak bisa lepas dengan kata cinta itu sendiri. Cuma ada pembelajaran yang sekarang membuatku melepas 360 derajat pikiranku tentang cinta itu. Dan ini harus kusampaikan dengan maksud bukan tuk menggurui, namun hanya untuk membagikan suatu kebenaran.

Coba sekarang tanyakan pada pasangan kalian, tanyakan “mau dibawa kemana hubungan ini?”. Jika dia terbata-bata dan menjawab dengan jawaban yang mengambang, percayalah dia sama halnya dengan anak-anak SMP/SMA yang hanya tahu cinta pada kesenangan saja. Maka putuskanlah dia, untuk apa mengulur sesuatu yang tidak berujung. Bukankah dia ada itu tuk dijadikan teman hidup?.

Dan untuk pasangan kalian yang menjawab dengan lantang, dengan muka yang serius, bahwa dia menempatkan hatinya dihatimu saja, melabuhkan sisa hidupnya dihidupmu, maka putuskan istilah cinta dalam berpacaran itu, lalu berkomitmenlah.

Berkomitmen itu boleh tanyakan kabar, mengingatkan kebaikan, dan semuanya yang bernuansa positif sebagai penyambung silahturahim. Berkomitmen itu adalah ikatan penuh yang hanya bermodal kepercayaan, kau berada diatas jalanmu, dan dia berada diatas jalannya. Lalu biarkan Allah yang menyatukan dihari terbaik menurut-Nya. Berkomitmen itu tidak dengan memeluk tuk menenangkan, tidak dengan mencium tuk menyampaikan, dan tidak dengan memegang tuk menguatkan.

Jangan takut siapa yang akan menjaganya. Buat dia berproses menjadi seseorang yang kuat, yang tangguh menghadapi dunia ini. Dan berdoalah sepenuh hati pada Tuhan tuk menjaga hatinya, menjaga pikirannya, dan menjaga langkahnya agar dia tak kan luput dari keadaan yang positif.

Percayalah, kau dan dia jadi atau tidak, Tuhanlah penentu mutlak semuanya. Jadi, sedari dini buatlah Dia percaya bahwa kitalah orang yang pas tuk menemani, mendampingi, dan memiliki jiwa yang kita impikan itu.

Tidak usah sedih dan hiraukan mereka yang mengiyakan pacaran. Percaya saja seromantis apapun kisah yang diutarakan, semanis apapun hubungan yang dijalani, dan seindah apapun proses didalamnya, mereka tetap pada suatu kesalahan, kesalahan dalam memaknai cinta itu sendiri.

Semoga bermanfaat…

Untuk bersilahturahim dengan saya: Follow saya di twitter @orirabowo

Advertisements

31 thoughts on “Berkomitmenlah

  1. Assalamu’alaikum,kak mau nambahin boleh..
    berhubung sekarang aku juga menerapkan apa itu berkomitmen, terlebih dalam hal pacaran.
    kalo menurut aku, aku yang sudah hidup dalam lingkup pacaran, baik aku sendiri maupun dari temen2 di sekitar aku. aku menyadari betul betapa bodohnya aku dulu yang memilih jalur dalam hal pacaran.
    sekarang jika diposisikan, betapa ruginya kita jika kita menghabiskan waktu kita untuk langsung terjun praktek menjalani hubungan 2 lawan jenis (pacaran), padahal setelah aku sadari bener, seharusnya waktu itu di gunakan untuk kita saling belajar. aku perempuan belajar apa yang akan aku butuhkan untuk menjadi sosok yang benar2 seorang istri. istri yang bukan hanya berada di dapur dan menjadi madrasah untuk anak2nya, melainkan juga mendapat tugas besar untuk membesarkan nama suaminya, menjadi surga bagi suaminya. dan itu ga mudah, mangkanya kita di kasih waktu sama Allah untuk belajar hingga kita itu matang dan siap praktek (menikah ) setelah teori (belajar menata diri) sebelumnya. sebagai seorang laki2pun menurut aku juga begitu, dia harus lebih banyak belajar mengenai dasar dan teori apa itu makna laki2 yang akan memimpin keluarganya, menafkahi seorang wanita dan menjadi pembimbing keluarganya ke surga, pelindung keluarganya. hal itu ga di dapet dari waktu yang singkat, ga langsung bisa. dia harus belajar mengenai bertanggung jawab, bersabar ataupun segala hal yang dia perlukan sebagai modal nanti. aku percaya kalo waktu kita sekarang di gunakan sebaik2nya untuk hal demikian, keluarga yang sakinnah mawaddah warahmah itu gampang banget di dapetin bahkan istilah 1 seumur hidup yang katanya romantis itu punya kalian. bukan di saat pacarang sayang2, tapi pas putus boro2 mau di tegur di lirik aja ga (#maaf yah bukn menyinggung)..
    saling menjaga diri aja, percaya sama janji Allah.
    laki2 baik dengan wanita baik, ataupun sebaliknya.
    jarang banget di temuin yang sebaliknya.
    sekarang sih, tergantung pada diri masing2 yah, aku cuma ngasih pendapat aku berdasarkan pengalamanku sendiri. bukankah pengalaman itu guru yang paling baik. πŸ™‚

    1. Terima kasih komentarnya.
      Sudah ga papa, masa lalu kan sbg guru pengalaman hidup. Asal jgn hidup yg tidak berubah atau mengikuti kesalahan yg sebenarnya kita tahu itu salah.
      Ya benar, setiap laki2/wanita baik akan mendapatkan pasangan yg baik pula. Itulah hukum akai-reaksi. Insyaallah nanti aku sy tulis tentang aksi-reaksi itu.
      Selamat berkomitmen ya πŸ˜‰

    1. Masyaallah bu.. ori menulis tidak pernah memakai resep. Apa yang ada dipikiran, ya ditulis. Cuma ada beberapa referensi pikiran dan kalimat yang ori dapat dari Arti dalam Qur’an, ceramahnya Uzt. Yusuf Mansur, Kalimat2 Mario Teguh, dan beberapa novel.
      Makasi ibu atas komentarnya.. semoga Ibu selalu dalam keadaan baik disana. Aamiin…

  2. “Tidak usah sedih dan hiraukan mereka yang mengiyakan pacaran. Percaya saja seromantis apapun kisah yang diutarakan, semanis apapun hubungan yang dijalani, dan seindah apapun proses didalamnya, mereka tetap pada suatu kesalahan, kesalahan dalam memaknai cinta itu sendiri”.
    Hmmm..bener tuh kak :’),subhanallah..
    succces terus kak :*

  3. luar biasa ori semangat berjihad dijalan Allah dengan cara kita masing2..
    saling mendoakan insyaallah kita diberikan keistiqomahan diri untuk tetap berjalan dijalan Allah konsisten didalam koridor Sang Pemilik Cinta..
    Insyaallah semua akan dikembalikan pada saat yang tepat πŸ™‚
    sangat menginspirasi untuk membuat aku mengotak-atik pikiran g dan menari2kan jari lg diblog aku yg sudah semakin usang πŸ˜€
    Sukses terus semoga Allah senantiasa merahmati langkahmu ^^
    sampai jumpa digerbang kesuksesan..
    Salam MARKISA(Mahabbatullah dAn Rasulullah Kuatkan keISlaman kitA)^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s