Teori yang Mematahkan Teori #2

Teman…sangat banyak pemikiran tentang teori yang mematahkan teori ini. Sayang jika banyak pengalaman yang kutemukan dikota ini tidak aku bagikan kekalian. Jadi tidak ada salahnya bila aku lanjutkan tulisan ini, insyaallah sampai pada #3, #4, bahkan lebih.

Ditulisan kali ini aku akan menceritakan tentang sosok dosen yang juga teman, sahabat, guru, motivator untuk hidup ini. Panjang ceritanya jika dibahas bagaimana alur pertemuan kami disini. Nanti saja, pasti aku ceritakan dibagian lainnya. Sekarang fokus pada cerita yang berhubungan dengan teori yang mematahkan teori.

Beliau berasal dari kampung penghasil kacang Dua Kelinci terbesar di Indonesia. Kesehariannya tidak jauh dari pasar, maklum, emaknya pedagang beras dipasar, dan bapaknya adalah seorang tukang ojeg dikampungnya itu.

Di Jogjakarta, beliau adalah seorang dosen disebuah universitas swasta. Banyak yang mengira bahwa seorang dosen yang mengajar di universitas swasta nan mahal itu akan mendapatkan gaji yang cukup besar, padahal tidak, tidak sama sekali. Gajinya hanya sebesar 600 ribu rupiah. Lebih rendah dari uang bulanan mahasiswa-mahasiwanya sendiri.

Tapi tunggu dulu, ada yang menarik disini. Jika kita melihat beliau dari kejauhan atau dekat, tidak akan pernah kita jumpai raut pertanda kemiskinan diwajahnya. Sekarang tolong sebutkan barang-barang mewah yang pernah sikaya pakai. Blackberry, IPhone, Ipad, Macbook, sepatu berkelas, jam berkelas, baju berkelas, atau apalagi?. Aku bisa memastikan dia mempunyai semua yang kupaparkan itu.

Padahal jika membeli setengah saja (jika Macbook bisa dibelah) gajinya itu pasti akan habis, bahkan tidak cukup. Kok bisa ya?. Iya bisa, karena dia menganggap semua barang mahal itu punyanya Allah. Mau orang miskin, mau orang kaya, siapapun bisa memilikinya karena Allah. Kasihan orang miskin jika apa-apa karena uang, apa-apa itu ya karena Allah, pikirnya.

Beliau adalah orang pertama yang kulihat tidak pernah berhenti tahajud dikala orang-orang pulas dalam tidurnya. Mau dia lelah, pulang malam, ataupun berada ditempat orang lain, dia tetap tahajud. Beliau menganggap tahajud itu sudah seperti kebutuhan sehari-hari, yang harus dilaksanakan. Dari dia S1, S2, bahkan proses untuk ke S3 beliau memakai tahajud sebagai rahasia suksesnya. Subhanallah…

Indah ya teori Tuhan itu. Teori yang tidak akan pernah bisa dilogikakan manusia. Bisa ditambahkan dalam hal ini nama lain dari teori Tuhan itu adalah teori tahajud. Adalah teori yang jika kita melaksanakanya, jangankan sesuatu yang mahal, dunia dan seisinya pun Allah kasih untuk hamba-Nya yang melaksanakannya. Subhanallah…

Silakan ditulis dikomen jika teman-teman mempunyai cerita yang berhubungan dengan teori yang mematahkan teori. Terima kasih. Semoga bermanfaat. πŸ™‚

To know more about me:Β Lets follow me on twitter: @orirabowo

Advertisements

13 thoughts on “Teori yang Mematahkan Teori #2

  1. Subhanallah,, pengen sperti yg ori mksd ku, trus blajar menjadi makhluk allah yg lbh baik lbh baik lgi, di jalur perubahan yg sesuai syariatnya, pengen ktmu sma orng yg ori mksd di tulisan itu pngen sholawatin, spya bsa sperti itu πŸ˜€

    1. Ayo disegerakan kan Yanti. Jangan terlalu lama mikirnya hehe. Tenang, insyaallah nanti dipertemukan oleh Allah dengan orang di Teori #1 dan #2. Apa si yg tidak mungkin bagiNya???. Doakan selalu kedua orang itu dalam keadaan baik ya Yanti.

      Terima kasih komennya.
      Semoga Allah selalu melindungi hati dan pikiran kita terus, aamiin

  2. Iyaa aminnn,, smoga allah memperkanan kan aq nnti ny bsa bertemu dgn orng yg di teori#1 dan #2,,
    Insya allah slalu mendoakan ri, sma2 mendoakan πŸ™‚
    Di tunggu tulisan2 yg lain ya ri, nnti di share ke temen2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s