Teori yang Mematahkan Teori #1

Jika kalian sering memutari bumi dan mendengarkan banyak cerita diluar sana, pasti kalian pernah tahu tentang ketidakmungkinan yang menjadi sebuah kemungkinan. Tentang anak yang bisa sekolah, kuliah, pergi keluar negeri, padahal orangtua dari mereka ada yang tukang cuci, tukang batu, ojeg, dan pekerjaan lainnya yang bermakna kemiskinan.

Jika ditarik sebuah kesimpulan mengenai kehidupan orang-orang seperti itu, pasti logikanya kita akan mengatakan ‘kok bisa ya’. Padahal jangankan untuk pendidikan, untuk makan sehari-hari pun kurang.

Di Jogjakarta ini aku dipertemukan oleh Allah dengan seorang anak yang kuliah di universitas swasta, yang terkenal dengan biaya mahal untuk menempuh gelar sarjana didalamnya. Padahal Ayah dari anak itu hanyalah mantan seorang buruh tambang yang sekarang hanya mengandalkan rejeki lewat sebuah warung dirumahnya, dan Ibunya hanya seorang penjual nasi uduk dirumah kecilnya.

Dikisahkan olehnya, dalam setahun dia harus mengeluarkan biaya kurang lebih 10 juta rupiah. Maklum, anak itu dengan jiwa yang besar berani untuk mengambil kelas International Program hanya untuk menaikkan derajat hidupnya dari tak layak menjadi layak. Beruntungnya anak itu telah mengenal Tuhannya lebih jauh sebelum memutuskan untuk mengambil kelas itu. Dia tidak pernah tahu bagaimana kedepannya, yang dia tahu hanyalah Tuhannya yang Maha Kaya.

Sampai pada menginjak semester kedua, dia mendapati cerita bahwa motor andalan dikampungnya telah dijual demi perjuangannya untuk menyelesaikan kuliah di universitas itu. Lemas, lesu, bahkan tidak berdaya sering mendatanginya untuk menggoda “sudahlah berhenti saja kuliah, bantu ibumu saja, atau berjualan saja seperti ibumu disana”. Dan lagi-lagi dia hanya yakin bahwa Tuhannya tidak akan tinggal diam, seorang kafir saja bisa kuliah, masak seorang yang beriman tidak bisa, pikirnya.

Sampailah pada waktu dia dipertemukan oleh Allah dengan seorang profesor di universitas swasta itu. Tidak tahu bagaimana caranya, tiba-tiba profesor itu menawarkan beasiswa untuknya, dan percaya tidak percaya tawaran beasiswa itu berlangsung disebuah masjid di universitas itu yang bermakna memang benar bahwa tempat pertolongan Allah tercepat itu disebuah rumah-Nya, masjid-Nya.

Bukan. Beasiswa itu bukan beasiswa untuk orang tidak mampu. Beasiswa itu adalah beasiswa unggulan dari Dikti, yang ditujukan untuk mahasiswa berprestasi dengan salah satu syarat pendukungnya adalah IPKnya harus lebih dari 3.5 untuk mendapatkan full pembiayaan. Dan benar, Allah Maha Kaya, pertahun dia mendapatkan uang dengan nominal 10 juta selama dia kuliah empat tahun di universitas itu. Subhanallah…

Oya kalian tahu teman tentang teori yang mematahkan teori itu?. Jika teorinya orang yang miskin itu pasti tidak akan mampu untuk berpendidikan tinggi, teori yang mematahkannya adalah Teori Tuhan. Adalah teori yang tidak mampu dilogikakan secara manusia. Adalah teori yang benar-benar mengandalkan Tuhan sebagai penggerak, pemberi kehidupan, dan  penguasa didunia ini.

Semoga bermanfaat.

To know more: Lets follow me on twitter: @orirabowo

Advertisements

10 thoughts on “Teori yang Mematahkan Teori #1

  1. Orang beriman pasti tidak takut untuk melangkah,apalagi mengejar cita-cita..sedikit cerita dari keluarga saya,,bapak dan ibu saya yg tdk pernah mengenyam pendidikan tingkat apapun, ijasah SD pun tidak ada, tetapi kedua orangtua saya memiliki itikad yg luar biasa untuk menyekolahkan anak-anaknya, bermodal jualan buah-buahan dengan berburuh pada pedagang besar, keuntungan yg ada sedikit demi sedikit digunakan untuk makan sehari-hari dan menyekolahkan anak-anaknya, Alhamdulillah 12 anaknya sekolah semua, bahkan 10 anaknya berhasil mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana,prestasi yg sangat luar biasa untuk orang setingkat ibu dan bapak saya..Tetapi bapak dan ibu saya selalu yakin, bahwa setiap insan yg bernyawa sudah dikasih rizkinya masing-masing, tinggal manusianyalah yg ikhtiar,tawakal dan berDo’a dengan ketetapan yg telah Allah berikan. dan Allah sudah berjanji Barang siapa yg menolong agama-Nya, maka Allah akan mempermudah kehidupannya, dan itu sudah sangat terbukti dalam keluarga saya. dan barangsiapa yg selalu bersyukur akan nikmat-Ku maka akan ditambah sedangkan yg ingkar dengan nikmat-Ku maka kesempitan yg diberikan.
    terimakasih [maaf terlalu banyak berkomentar disini]

    1. Subhanallah… sangat terharu dan terkesima dg komentarnya. Allah langsung memberikan bukti akan kekuasaannya lagi dr komentar Devia. Terima kasih telah berbagi cerita. Itulah Allah, Tuhan kita, Maha Baik.

      Sy doakan Devia dan keluarga selalu dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah.
      Sukses untukmu Devia… 🙂

  2. Awesome. .
    Seperti tau tokoh di dalamnya. .
    Seperti 1 di antara puluhan anak jamaah Al-Ikhlas :p
    Hehehe
    Semangat Ori. . Lebarkan pengetahuanmu dan bentangkan seluas-luasnya ilmu yg terserap 🙂

  3. Subhanallah,,,merinding sy baca semua artikel tentang sedekah disini. Seperti di wisata hati nya ust.Yusuf Mansyur. The power of giving. Yakinlah pada Allah Yang Maha Kaya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s