Untuk Mama dihari Ibu

Subuh dikala itu adalah waktu yang masih sangat nyaman memeluk bantal dengan mendengarkan bisingnya kipas angin gantung yang didesain sedemikian rupa dikamarku. Perlahan demi perlahan penciumanku mengarah kepada suatu titik dimana itu sangat mengganggu tidur pulas saat itu.

Saat SD, aku sangat terbiasa akan bau asap kompor(baca:kompor minyak) yang menggantikan indahnya oksigen segar dipagi hari yang telah berproses menjadi butiran-butiran karbon dioksida yang pekat. Maklum, mamaku disetiap paginya selalu menjajahkan sarapan pagi untuk orang-orang disekitar rumah. Sangatlah wajar jika karbon dioksida menjadi kado istimewa disetiap pagi dimasa kecilku.

Dari pagi hingga malam tidak pernah aku melihat mama berhenti menyiapkan apa saja yang menurutnya bisa menarik rejeki yang telah disiapkan Tuhan. Bila harus digambarkan kira-kira begini, fajar, bangun, masak, mandi, berjualan pagi, masak, berjualan siang hingga sore, saat malam menyiapkan untuk fajar besoknya, dan dimalam yang larut beliau baru bisa tidur. Dan selalu continue disetiap hari hingga umur ke 20 tahun ku sekarang.

Sungguh, itu sangat lelah. Tidak jarang aku melihat matanya sedikit terpejam lalu terbuka cepat pertanda kantuk yang menyerang bola mata yang lelah. Tidak jarang juga aku mendapati mama tertidur saat menjaga dagangannya.

Seumuran anak SD, yang masih lugu, yang masih haus untuk bermain, aku telah sangat akrab dengan fenomena seperti itu hingga sekarang. Karena itulah aku segera bangkit saat sedetik saja aku merasa lelah, aku segera bangkit saat sedetik saja aku merasa rendah.

Terima kasih mama untuk semua waktu yang telah kau lepaskan untuk mengasihi diri ini dari aku buta hingga aku bisa melihat dunia, kau tetap kujuluki sebagai wanita mulia lagi tinggi diatas semua wanita didunia ini.

Terimah kasih wahai Sang Bijaksana karena Kau mengizinkan aku dilahirkan dirahimnya. Dia yang selalu ku jadikan alasanku tuk tetap bermimpi.

Advertisements

2 thoughts on “Untuk Mama dihari Ibu

  1. Jd kangen mama 😥
    Makasih yah mas tulisan2nya menyentuh hati semua…
    Nagih bacanya…
    Semoga beliau selalu diberi berkah dan rodho dari Allah dalam setiap langkahnya..
    Ibu adalah malaikat yg terlihat 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s