Sumpah Pemuda Modern

GambarMengingat sejarah panjang bangsa ini, memberikan kesan prihatin sendiri dalam perjalanan bangsa Indonesia hingga detik ini. Sudah bukan suatu yang waw lagi jika kita melihat tayangan ditelevisi bangsa ini dinodai dengan korupsi, terorisme, pembunuhan, dan hal negatif lainnya.

Seandainya Ir. Soekarno bisa diizinkan malaikat untuk berpidato sejenak dihadapan para pemuda, bukan salam atau hentakan yang terkenal yang beliau katakan sebagai tanda awal berpidato, namun air mata deras yang mengalir sebagai tanda awal dari pidato sebagai isyarat kesedihan yang mendalam dari beliau karena harapan besar beliau kepada pemuda dulu itu sudah tidak berarti lagi.

Coba kita simak lagi sumpah pemuda itu:

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dilihat dari sumpah pertama, pemuda malah mengartikan bertumpah darah antar kelompok dulu baru dikatakan tanah air Indonesia, dilihat dari sumpah kedua, pemuda malah memplot-plotkan mereka kedalam lemah, hebat, dan super hebat, dilihat dari sumpah ketiga pemuda malah menjunjung kenegatifan, kesengsaraan bagi sesama, dan hal negatif lainnya.

Banyak pemuda yang seharusnya membangkitkan energi dari bangsa ini malah terperosok dalam lautan negatif juga. Ada pemuda yang dahulunya disebut seorang aktivis, sekarang setelah memegang jabatan malah mengikuti arus korupsi disana, ada pemuda yang khatam semua aspek disatu agama malah mengikuti aksi terorisme di Indonesia, dan bahkan bibit dari pemuda itu sendiri malah bangga terhadap aksi tauran yang mereka anggap itu sebagai kewajaran.

Tampaknya kata pemuda dari sumpah pemuda itu harus diganti dengan “Bangsa Indonesia”. Seperti kita ketahui dari kebanyakan koruptor, terorisme, oknum yang menegatifkan bangsa ini adalah mereka yang berumur. Mungkin saja mereka beralasan karena mereka bukan pemuda lagi lalu mereka menghalalkan aksinya. Kalau Sumpah Bangsa Indonesia, jadi mau berapa pun umur kita, kita akan selalu menaati sumpah yang diwakilkan oleh orang-orang terdahulu itu.

Seperti kehidupan yang ada putih dan hitam, seperti itulah bangsa kita. Ada pemuda baik, ada juga pemuda buruk. Banyak sekali pemuda yang masih menaati sumpah terdahulu itu hingga mereka bersikeras berjuang demi bangsa Indonesia ini. Tapi sayang kehadiran mereka tidak cukup banyak dengan kehadiran mereka yang selalu berperilaku negatif untuk bangsa ini. Seharusnya ada pembekalan sejak dini tentang bangsa ini agar rasa cinta terhadap bangsa tetap membumi di bumi ibu pertiwi ini.

Sungguh kita masih bersyukur dengan adanya pelajaran Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama di Indonesia ini. Hanya karena kedua itulah bangsa Indonesia ini masih bisa memaksakan cinta kepada negara, mengudarakan nama bangsa kekanca dunia, dan masih teringat akan adanya Tuhan ketika setan menggoda untuk menghancurkan diri dan bangsa ini.

Semoga para pembaca tulisan ini adalah pemuda yang mau mengikrarkan diri sebagai golongan yang ingin mengudarakan nama Indonesia kekanca duniaaamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s