Cerita Unik Duha di Idul Adha

Aku bisa memastikan hari ini para mahasiswa perantau pasti tertekan karena kesepian disaat Idul Adha datang. Apapun dilakukan dan dirasakan sendiri, hampir seperti lagu dangdut yang liriknya, makan makan sendiri, tidur pun sendiri, dan sebagainya.

Sama halnya yang aku rasakan hari ini, tepatnya dari pertama kali mendengar takbiran pertanda idul adha datang tadi malam. Biasanya malam seperti itu aku mencium bau menyengat rendang buatan ibunda. Dan hampir tiap rumah yang aku datangi, semua melakukan hal yang sama, membuat makanan bertema daging dan teman-temanya.

Karena aku tidak mau disamakan dengan lirik lagu yang kutulis diatas, mulailah aku mencari kesibukan dihari yang sering disebut hari rayanya orang haji ini. Tepatnya setelah solat idul adha tadi aku berkumpul dengan para alumni dari SMA-ku. Ya bukan hanya untuk menghilangkan sepi, tapi juga untuk menemukan tawa lepas ala teman-teman SMA-ku.

Entah bagaimana prosesnya, setiap habis mandi pasti diri ini selalu menuju tempat berwudhu, terkadang dengan keadaan tidak sadar sudah didepan keran wudhu tersebut. Menurutku duha itu adalah ibadah sunnah dengan tingkat level yang tinggi untuk dilakukan sebelum melangkahkan kaki dibumi-Nya Allah ini. Jadi bisa disimpulkan, wudhunya itu adalah wudhu untuk berduha, meminta izin dengan Penyalur rezeki.

Idul adha itu selalu identik dengan kurban. Menurutku, baru bisa dikatakan Idul Adha ya setelah memakan daging diharinya. Tanpa disadari, mungkin ya, malaikatnya Allah yang memutari badanku menyampaikan pesan dari hati yang berbisik kepada Sang Pencipta bahwa aku menyimpulkan Idul Adha itu baru bisa dikatakan sempurna setelah menyantap daging.

Singkatnya, setelah solat jumat bersama teman-teman SMA-ku tadi, tercetuslah sebuah ide untuk berkunjung disalah satu organisasi terbesar dari perkumpulan anak-anak sumatera selatan yang kuliah di Jogjakarta ini untuk sekedar menikmati daging kambing yang ada disana. Tapi karena masih banyak yang harus aku lakukan, jadi aku memutuskan untuk tidak ikut bersama mereka.

Sesampainya dikosan, bapak dan ibu kosan menyambut diri ini dengan senyuman bak artis iklan terkenal sembari menyodorkan dua mangkok yang kutahu isinya adalah tongseng kambing, nasi, dan disempurnakan dengan satu bungkus kerupuk. Sambil tersenyum malu, aku mengucapkan terima kasih kepada Allah dalam hati, dan berterima kasih dengan suara kepada ibu dan bapak kosku itu.

Intinya adalah kalau teman-temanku tadi harus berama-ramai, berpanas-panasan, dan sebagainya untuk mencicipi daging kambing, aku tinggal duduk didepan TV dengan ditemani satu cup jus mangga dan dua mangkok tongseng dan nasi tanpa harus berpanas-panasan atau rebutan, dan sebagainya. Subhanallah… sampai segitunya Allah memanjakan hamba-Nya yang berduha disaat orang langsung keluar kamar untuk pergi.

Semoga bermanfaat.

Tongseng Kambing, Nasi, disempurnakan dua kerupuk
Tongseng Kambing, Nasi, disempurnakan dua kerupuk
Advertisements

2 thoughts on “Cerita Unik Duha di Idul Adha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s