Terima Kasih Pertamaku di-2011

Hari ini aku masih diberi kepercayaan tuk membawa sebuah kehidupan.
Hari ini aku melanjutkan hidup tuk mengemban amanah besar.

Allah menjadikan ku besar hari ini.
Menjadikan aku seorang yg bernyawa baru.

Tak ada hubunganya sama sekali dengan kesibukan diluar sana.
Aku tak peduli dengan gemuruh diluar sana.
Ada yg merasa bangga bisa melihat cahaya bertaburan diatas sana.
Padahal cahaya dihatinya sedang meredup.
Ada yg merasa terharu bisa menikmati tahun yg baru.
Padahal kematian semakin bernafsu tuk mendatanginya.
Dan yg paling keji,ada yg bangga dengan bisa menikmati para perawan mereka.
Padahal…sudahlah,tak ada gunanya membahas kafir itu.

Tak ada yg memikirkan bahwa detik yg lalu nafas telah menipis hembusanya karna hujan abu.
Tak ada yg pernah berlogika apa,jangankan sebuah batu seberat apapun,gunung yg besar menjulang bisa hancur karena kuasaNya.

Aku tak akan tersenyum mengulas kebobrokan hati mereka-mereka itu.
Aku akan menceritakan indah ceritaku hari ini.

Nikmat per nikmat benar-benar aku rasakan.
Aku bicara bukan aku sebagai penceramah.
Atau aku sebagai sang ustad.
Aku berbicara sebagai hambaNya yg tau diri!

Keajaiban-keajaiban bisa aku rasakan.
Dari hal yg kecil.
Orang* mana yg bisa bertahan hidup dengan uang yg secukupnya.
*mereka yg terbiasa lebih.
Dengan perhitungan akal,logika,hingga nyata pun tak mungkin itu cukup.
Tapi dengan hitunganNya,aku bisa dicukupkan.

Fa bi aiyi aaaLaa irobbikumaa tukazibaan..
Nikmat Tuhan yg mana lagi yg akan kamu dustakan.
Sungguh ayat yg menggetarkanku.
Aku berpacu pada ayat ini.
Dan itu nyata.

Image

Tapi sayang,yg gemetar hanya segelintir bukan semua.

Aku bodoh bila mengecewakanNya.
Aku tak tahu diri bila menyakitiNya.

Aku simpulkan diriku habiskan waktu malam itu denganNya.

Bukannya aku sok alim atau apa,sekali lagi aku sebagai hambaNya yg tahu diri!

Aku redakan segenap tinggiku tuk tampil rendah dihadapNya.
Baca perlahan dan tenang bait per bait puisiNya.
Selain indah didengar itu juga menyejukan.

Mulutku serasa tak rela dikatup demi indah syairNya.
Tapi sayang mataku tak berkompromi dengan heroiknya mulutku.
Perlahan semu,semu,semu dan gelap.

Sungguh tenang pikiranku.
Aku ikhlaskan jiwaku pergi sesukanya.

Lainnya dengan hati.
Hati adalah hati,sesuatu yg tak akan pernah berbohong.
Dia tak rela jiwa pergi meninggalkanya.
Dia memberikan signal baru,bahwa dia gembira malam itu.
Dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ada yg ingat bahwa malam itu adalah malam yg indah.
Malam dimana tangisan pertama muncul.
Malam dimana pekerjaan yg baru buat detak jantung yg baru tuk mengalirkan darah-darah yg suci.

Mata ku melihat cahaya terang.
Telinga ku mendengar bunyian dari seberang.
Dia.
Wanita indah itu menghampiriku.
Aku tahu dari logatnya.
Aku tahu dari nadanya.
Dia dari pulau seberang yg mencoba mengekspresikan kegiranganya dimalam yg baru itu.
Walaupun hitungan detik bahkan nol koma sekian detik,dia menggembirakanku.

Hatiku menggerakanya tuk menyadarkan jiwaku.

Dari dia,darah sekandungku,dan mereka.Aku terhibur.
Bahkan calon profesor pun tak mau diam,ikut membahagiakanku.

Aku berniat hari ini akan berbuat yg sangat bermanfaat.
MenghadapNya,meninggikanNya,memanggil hamba-hambahNya tuk ibadah,hingga melafazkan namaNya disetiap detik menuju titik yg aku ikhlaskan,kematian.
Aku ikhlas bila itu untukNya.

Perbuatanku,perjuanganku tak sia-sia.
Keajaiban demi keajaiban aku temui.
Sejuk pagiNya cukup menyegarkanku.
Uang yg bertambah cukup mengingatkanku akan janji sepuluh kali lipatnya atas sedekahku.
Benda yg datang tiba-tiba cukup menggetarkanku bahwa tanpa ku sadari dulu hatiku pernah katakan ingin memilikinya.
Bodoh bila aku tak bersyukur.
Allahu akbar.

Terima kasih pencintaku.
Kata-katamu cukup tuk membangkitkanku.
Kain tebal mu cukup tuk menghangatkanku ketika hujanNya.
Bantalmu cukup tuk memanjakanku.

Terima kasih tuk para penyayangku.
Tas mu cukup tuk membantu membawa ilmu.
Al Qur’an mu cukup tuk menyelamatkanku dari nerakanya.
Doa-doamu membangkitkan jiwaku.
Aku cerminkan aminku bagi mereka yg mendoakanku.
NikmatNya tak boleh hanya tuk ku,tapi juga tukmu.

Yang bisa ku beri hanya abjad dari A hingga Z tuk kalian.
Silakan pilih serta rajut sendiri kata-katanya dengan kalimat yg paling indah bagi jiwa yg terbaik seperti kalian,dan aku tinggal mengaminkanya…
Semoga ditahun ini salah satu bahkan semua mimpi kita itu akan dijamaah oleh yg Maha Mengerti.
Aminn…
Dan ingat!
kita berbicara bukan sebagai penceramah tapi kita berbicara sebagai hambaNya yg tahu diri!

2011_my new era and old.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s