A Letter From Three Bloods “Tata”.

Disini aku sebagai Kami.
Sedikit bercerita tentang detik pertamamu hingga detik yg lain saat ini.

Cerita aku sebagai saksi dari kecilmu

Ketika kau kecil,sederhana selalu selimuti penampilanmu.
Tapi ajaibnya tak ada wajah haru seketika aktifmu.
Kau nikmati hidupmu tuk menjadi lebih hidup.
Lain penampilan lain pula parasmu.
Lelaki mana yg tak menyerebungimu bak semut dengan gula.
Tapi dengan sebuah pendirian pada mimpimu,kau rela membiaskan mereka tanpa pikir keluh mereka nantinya.

Otakmu lain dengan penampilanmu.
Seorang gadis pertama dari empat darah yg ada,kau ku juluki sebagai pemenang yg tangguh.
Cuma kau yg bisa berdiri didepan umum tuk hasil akhir dikala putih abu-abumu,ataupun putih birumu waktu itu.
Sungguh mengagumkan…
Dan kami pengikut kecil walau sebatas diruangan.

Kami sebagai pelindungmu polosmu.

Sungguh sakit hati ini,ketika para “penggilamu” melirik,menggoda mu.
Kami sebagai preman tak bertato dikala itu menyeret tanganmu,memegang erat jemarimu,seakan takut kehilangmu.

Teringat tentang perhatian polosku diwaktu kau tidur.
Ku pandangi jemari indahmu,berkuku rapi tapi tinggi menjulang.
Hati ku bergumam,apa maksudmu?
Meskipun ku tahu,kau tak lebih dari seorang gadis yg ingin menjadi gadis pada umumnya,tapi ku takuti itu.
Ku ambil pemotong sederhana,seperti pencuri ku menahan nafas memendekan tinggi kukumu.
Tiba-tiba ku terkejut,lima jari menyentuh pipih tak berjerawat waktu itu.
Dan ku pastikan itu jarimu.
Mulutmu berkomat-kamit sama halnya seorang dukun yg tak jelas.
Ku pastikan itu amarah darimu.

Cerita indah lainya.
Saat ku bercerita mendapatkan beasiswa didasarku.
Aku menangis,maklum aku belum mau dikatakan sebagai anak pintar tapi miskin saat itu.
Kau memeluk,menasehati,lalu membasahi rambutku dengan air matamu.
maafkan polosku.

Cerita yg lain dari darah ketiga dari kita.

Peranjakan pertamanya kekota gila yg kau diami,membuat dia polos tapi berwajah sangar.
Motivator jenaku -saat ini- itu membuat onar.
Sebuah alat komunikasi mini itu tiba-tiba hilang dimakan bumi,tak jelas ceritanya.
Lagi-lagi amarahmu keluar mencekam dunia.

Teringat juga cerita yg mencekamku waktu itu.

Aku tak berada tepat disana.
Dari darah kedua dan ketiga,aku mendapatkan ada tangisan disana ketika itu.
Kisah tentang meleburnya amarah yg terpendam tuk seorang yg kau idolakan waktu itu.
Ketidakjelasannya tuk siapa hatinya belum terjawab.
Kau atau Nya.
Kalimat syarat wajib itupun belum terdengar sampai batas emosi para pelindungmu.
Jakarta seperti diterjang badai dikala itu.
Tangisanmu,tangisan mereka,begitu juga tangisanku dan kedua pejuang kita melebur menjadi satu.

Itulah kami.
Bukan ingin menjadi pahlawan butamu.
Bukan ingin menjadi pahlawan kesiangan bagimu.

Kau itu merangkap sebagai kekasih kami.
Tak mungkin kami melebihkan perlindungan,cinta,dan kasih kami tuk wanita yg lain sementara tuk mu hanya segelintir.
Kami tahu tentang perasaanmu.
Sungguh kami inginkan bahagiamu,bukan sedihmu.
Kau harus kami tinggikan,itu salah satu mimpi dari hati ini.
Meskipun tak berwujud saat ini,tapi yakinlah suatu saat pasti ada.

Sekarang kau beranjak sebagai wanita yg serba tahu tentang dunia,bukan gadis polos lagi.
Sangat manis dengan pakaian islammu.
Sangat indah dengan anggunmu.

Hanya lelaki bodoh yg tak tertarik padamu.
Hanya lelaki terhebat dan tertinggi yg bisa menaklukanmu.
Itulah kau.
Sangat tinggi.

Tak usah bersedih lagi.
Aku dan yg lain hidup tuk menemanimu.
Kau itu sungguh luar biasa bagi kami.
Terimah kasih cantik.
Kau indahkan hariku dan mereka.

Karena mu,kami tahu tentang kejamnya dunia,karena mu kaki kami bisa beranjak dari tidur dan berjalan mengitari bumiNya.

Kita telah indah adanya.
Siapa yg tak iri dengan kita.
Duniapun acungkan jempolnya tuk kita.

Tak usah dengarkan kata mereka,teruslah berjalan.
Para pengusik itu akan jenuh dengan sendirinya.
Dan kita tetap indah.

Indah tuk jalanmu.
Indah tuk harimu.
Indah tuk hidupmu.
Indah karena ridaNya.
Karena rahmatNya.

Terimah kasìh dari kami,para darah setelahmu.
Wujudkan mimpi kita!

-Tiga Darah Pengagummu-
hBd,31october wrote with My tears.She is My SIsta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s