Dari, Untuk, Ikhlas, dan Terbengkalai (DUIT)

Fenomena kehidupan tak sengaja terfikirkan dari raut otak ku hari ini.
Banyak yg katakan telah usai usahanya tapi belum juga menjilat rasa keringatnya sendiri.

Bukan karna lidahnya yg terlalu pendek atau keringatnya yg terlalu deras terjunnya,tetapi karna perasaanya yg berprasangka buruk terhadap Sang Pencipta.

Termasuk contoh yg tampak jelas terekam oleh mataku.
Untuk seorang nenek yg rela memunggut secercah tulang ayam dari bekas mulut tak berperasa,atau seorang peminta-minta disaat mentari atau kumandang zuhur sedang bergumam.
Contoh yg ku buat tiada lain dan tiada bukan demi lapar dan akhirnya uang.
Sungguh mengharukan!

Masih jelas diingatanku tentang masa saat pertama ku beranjak tuk mulai hidup.
Aku sungguh atau benar-benar atau nyata menjadi seorang pembeda.
Pembeda dari semua yg terimajinasi pikiranku.
Contoh kecil saja,ketika ku masih dasar ku melihat mereka digendong nyaman dengan kendaraan berplat hitam,sedangkan aku tetap dengan malu kecilku menunggangi si plat kuning.
Atau disaat mereka menginjak tanah dengan alas bermereknya,aku masih saja menjadi pembeda,alas yg kusam.
Lagi-lagi mengharukan.

Aku perhatikan sekelumit masalah yg ada,aku jinakkan dengan kedewasaan.
Ternyata uanglah sumber yg tersirat maupun tersurat,yg selalu ditinggikan.

Tak ada yg berani menutup matanya,apalagi tertidur.Pada saat matanya mendengar uang,atau hidungnya menjilat uang.
Termasuk seorang yg didepan cermin saat aku berkaca,juga dibodohin uang.

Ironi sekali.
Langkah bisa terhenti karnanya bahkan nafas pun tersendat olehnya.
Astagfirulahal azim,aku menghela nafas.
Kalau dulu aku selalu menjadi pembeda,kenapa tidak tuk menjadi pembeda juga,pikirku.
Terlalu munafik tambah hatiku,seenaknya.

Sekarangpun rambutku tak tahu arahnya kemana, terlalu seperti sibuk pemikiranya,atau benar-benar sulit menjadi pembeda dengan tanda kutip uang itu.
Uang-uang.
Kenapa tidak seperti pencuri?yg tak pernah diharapkan kehadirannya.
Dan lagi-lagi bukan pencuri namanya kalau bukan karna uang!
Emm…Dari,Untuk,Ikhlas,dan terbengkalai definisimu.

-hanya pemikiranku-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s