Wanita tak Bisa Menunggu

Lelaki, ketahuilah bahwa wanita tak bisa menunggu. Sekuat apapun dia, setinggi apapun ilmunya, wanita adalah wanita. Wanita tak kan bisa menunggu.

Jika hari ini kau masih ragu pada kemampuannya untuk menghebatkanmu kelak, maka tegaskanlah diri untuk meninggalkannya. Lebih baik kau melihat dia sekarang menangis, daripada dia menunggu dalam ketidakpastian.

Jika kau masih ragu pada pribadimu, sekali lagi, tinggalkanlah dia.
Relakan dia berpasangan dengan lelaki yang tangguh. Yang pasti. Yang tak main-main dalam kata-kata. Jangan kau diam. Jangan pula berpura mampu untuk membahagiakannya.

Jangan buat wanita terpuruk menua dalam menunggu. Jika cinta, nikahi. Jika masih ragu, sudahi. Itu saja!

Bagi Allah, Tidak Ada yang Kecil

Cara pandang Allah tidaklah sama dengan cara pandang kita. Bagaimana mungkin seorang pelacur -yang secara logika manusia, dosanya sudah tak terkira- dapat mendiami surga hanya karena memberi roti kepada seekor anjing. Bagaimana mungkin seorang pemuda sederhana yang amalannya tak sebanding dengan para sahabat bisa dijamin Rasulullah sebagai ahli surga, hanya karena dia mampu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain.

Bagi Allah, tidak ada satupun amalan yang tak berguna. Bagi Allah, selama itu ditujukan murni untuk-Nya, maka tidak ada yang kecil.

Jadi, janganlah menyepelehkan amalan seseorang. Bagi kita, mungkin tak ada apa-apanya untuk seseorang yang menyingkirkan duri dari jalanan. Namun bagi Allah, bisa jadi itu amalan terbaiknya. Bagi kita, mungkin tak ada apa-apanya untuk seseorang yang menyedekahkan uangnya hanya seribu rupiah. Namun bagi Allah, bisa jadi itu adalah amalan yang menjamin dia ke surga. Tak ada yang tahu. Hanya Allah yang dapat masuk dan menelusuri niat dihati setiap hamba-Nya.

Kalau begitu, lakukanlah: menyelimuti ibu ketika ia tidur (memandang matanya sembari mendoakannya), memijat-mijat pundak ayah, melepaskan handphone dan mendengarkan dengan antusias cerita adik tentang teman-temannya di sekolah, membaluri perut ibu dengan minyak kayu putih ketika dia sakit perut, atau… mengambilkan nasi serta lauk-pauk untuk tukang yang sedang memperbaiki rumah, mengucapkan salam kepada satpam penjaga komplek perumahan, memberitahukan standar motor yang masih belum dinaikkan, mengucapkan terima kasih untuk mang angkot atau ojek yang sudah mengantarkan, membeli -walau kita tidak butuh- tisu kepada para penjual asongan, apapun itu, semua akan bernilai dimata Allah.

Ada lagi yang bisa memberikan contoh hal yang kita anggap sederhana namun mendahsyatkan? Silakan komen. Moga Allah merahmati kita semua. Aamiin…

Aku Ini Jelek?

Seorang kawan diseberang sana pesimis sekali akan nasib dirinya. Salah dia memang, selalu membandingkan diri dengan orang lain yang dinilainya lebih baik darinya. Padahal, membandingkan diri dengan yang lain itu bentuk dari ketidakefektifan dihidup ini. Tidak pernah akan ada habisnya! Itu kalimat yang paling pas untuk menggambarkannya.

Katanya, telah lama dia tak berdamai dengan cinta. Bukan karena pernah disakiti, melainkan tak percaya diri untuk mengungkapkan. Fisik! Terlalu klasik sekali alasannya. Dia masih terperangkap dalam pendefinisian cinta yang sempit. Kasiannya kau ini.

Kawan, percayalah, ada wanita cantik yang buta hatinya, yang menggambarkan cinta akan sempurna bila yang cantik bertemu dengan yang tampan. Namun dikemudian hari dia tersakiti, karena sang pujaan kini telah berpaling dengan dia yang lebih cantik. Ada pula yang langsing, yang tetap sempit pemikirannya, berpikir bahwa cinta akan sempurna bila si langsing bertemu dengan si atletis. Namun dikemudian hari si atletis ditinggal begitu saja. Ototnya telah terinjak-injak akibat opor ayam, sate kambing, dan rendang paska lebaran kemarin. Naas sekali!

Dari sana, akan banyak hati yang tersakiti. Dan dari sana, akan banyak jiwa yang sadar bahwa cinta memang apa adanya. Cinta yang baik adalah cinta yang berlandaskan keberkahan Tuhan. Itu saja. Bila niat kau baik, maka semua akan baik.

Jadi, hapuskan mindset “aku jelek” diotakmu!
Jadilah lelaki yang baik, karena wanita membutuhkannya.
Jadilah lelaki yang jujur, karena wanita membutuhkan ketulusan.
Jadilah lelaki yang lucu, karena wanita senang sekali tertawa.
Jadilah lelaki yang perhatian, karena wanita suka sekali diperhatikan.
Yang paling penting jadilah lelaki yang dekat dengan Tuhan. Karena wanita teramat sangat menginginkannya.

Pun nasihatnya sama untuk kau, kaum wanita. Dengan sedikit tambahan: lelaki itu suka sekali disanjung. Karena sanjungan dari orang tersayang, akan melesatkan enerjinya berpuluh-puluh kali lipat.

Mari kita sederhakan cinta.